“Mama!” panggil Andrio, dia berlari dan memelukku erat.Aku mengusap punggungnya, anak itu sudah terlihat lebih sehat dibanding kemarin.“Oh hai … jadi ini pacar barumu, Mas?” sapa seorang wanita muda, cantik, dan berpenampilan modis.Wanita itu berdiri mendekatiku. Sementara aku diam tidak mengerti. Lantas menoleh ke belakang, dan … aku tidak menemukan siapa pun selain diriku. Namun, tidak mungkin yang dimaksud wanita itu adalah aku. Sangat mustahil.“Ya, dia Arin. Cantik, bukan?” sahut pak Rivan.Aku membeliak, situasi ini semakin membuatku seakan mengambang. Berusaha mengerti. Namun, aku benar-benar tidak mengerti. Kenapa pak Rivan menganggapku adalah pacar barunya? Bahkan pak Rivan pun tidak pernah menyatakan cinta padaku. Namun, kini dia membawaku ke keluarganya, dengan status seorang pacar?“Hai, Mbak Arin! Aku Sheila. Mbak Arin cantik, ya! Pantas Andrio selalu muji-muji Mbak kalau setiap kali menelponku!” seru wanita yang bernama Sheila itu.Aku mengangguk, tersenyum kecil. Nam
Terakhir Diperbarui : 2026-01-27 Baca selengkapnya