Kesempatan yang menarik dan menurutku ini cukup menantang. Aku merasa tertarik dan tertantang dengan pekerjaan itu.“Boleh aku minta alamat rumahnya, Bu?” tanyaku.“Mau ngapain, Rin? Jangan bilang kamu mau melamar kerja ke sana! Sebaiknya jangan, Rin, menurut ART di sana, sudah banyak orang yang melamar menjadi baby sitter anak itu, tapi rata-rata dari mereka tidak kuat karena saking nakalnya anak itu,” sahut bu Riski tampak geram.“Aku butuh uang, Bu, untuk bertahan hidup. Kalau cuma mengandalkan dari pekerjaanku yang sekarang, itu tidak akan cukup. Aku akan coba, semoga aku bisa!” seruku.“Baiklah, kalau kamu tetap mau kerja di sana.” Bu Riski pun menuliskan alamatnya di atas secarik kertas, lalu memberikannya padaku.“Ini, kamu datang saja ke alamat ini!” kata bu Riski.“Terima kasih, Bu!” ucapku.Aku menerima kertas tersebut, kusimpan kertas tersebut ke dalam saku celana. Aku dan Gita kembali meneruskan makan kami hingga nasi padang yang dibawa Gita, ludes tidak bersisa.“Nikmatny
Last Updated : 2026-01-17 Read more