Anshel kemudian berdiri dan menghampiri suster. “Iya, saya menantu keluarga Ruthven,” “Tuan, bisa ikut saya, dokter ingin bicara dengan Anda.”Anshel melirik pada istrinya sejenak. “Baik, saya akan bicara dulu dengan istri saya sebentar.”“Baik Tuan, silakan,” jawabnya seraya tersenyum ramah. Saat Anshel melangkah, wanita berusia dua puluh lima tahun itu menatap kagum. ‘Ah, jadi ini Tuan Anshel, cucu Raja Robinson,’ batinnya. Ia juga sempat melihat Fleur yang terbaring. ‘Kasihan keluarga Ruthven, untung saja Putrinya selamat,’ ucapnya dalam hati dengan rasa empati. Anshel mengelus rambut Fleur, “Fleur aku tinggal sebentar, kau tenang saja ada pengawal yang menjagamu.”Fleur mengangguk pelan, Anshel pun mencium keningnya, seolah enggan meninggalkannya, Anshel juga mencium kedua tangan istrinya, lalu meninggalkannya sendiri, tangannya pun perlah
Read more