/ Rumah Tangga / Ceraikan Aku, Tuan Anshel / Bab 110 - Kembalilah ke Ruthven Wines

공유

Bab 110 - Kembalilah ke Ruthven Wines

last update 게시일: 2026-05-10 10:28:38

Para wartawan mengerumuni rumah sakit Forest hingga esok hari.

Siangnya Ibu Anshel datang untuk menjenguk keluarga Ruthven, ia dialihkan oleh pengawal Anshel yang menjaganya ke pintu lain, agar wartawan tak bisa mendekatinya, meski hanya untuk sekadar wawancara.

Nyonya Olivia akhirnya berhasil masuk tanpa gangguan dari media. Ia memasuki ruangan Fleur tanpa kendala.

Saat di dalam Ibunya langsung menubruk menantu kesayangannya.

“Sayang, ibu minta maaf karena baru bisa datang,” kata ibunya sa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   BAB 130 - Rahasia Nyonya Olivia

    Anshel meletakkan ponselnya di atas meja.“Tidak seperti biasanya Ibu mengajakku mengobrol di saat aku sedang berada di kantor.”Tatapannya beralih pada bingkai foto dirinya bersama Fleur saat menghadiri pesta pernikahan Magnus. Senyum tipis terukir di bibirnya."Aku ingin sekali meneleponmu, Fleur. Tapi aku tahu kau pasti sedang rapat sekarang."Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya sambil menunggu kedatangan ibunya.Satu jam kemudian, Nyonya Olivia tiba di kantor putranya.Wanita setengah baya itu mengenakan rok hitam bergaris putih dipadukan dengan blus putih yang anggun. Sebuah button hat menghiasi kepalanya, membuat penampilannya tetap elegan.Baru beberapa langkah memasuki lobi, ponselnya berdering.Ia melihat nomor seseorang.Dengan ragu, ia menerima panggilan itu, sesaat kemudian wajahnya memerah, ia mengepalkan tangannya. "Jika kau berani menyentuh putra dan menantuku, ingat ini... aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku. Kau tidak perlu mengancamku. Aku bukan perem

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 129 - Kehangatan yang Kembali

    Anshel menutup matanya, sebentar.“Ternyata ini hanya mimpiku,” gumamnya pelan sambil mengembuskan napas lega.Fleur menggeleng-gelengkan kepala, ia bangkit dari ranjang, berusaha membantu suaminya berdiri. Wajah Fleur yang masih polos setelah bangun tidur perlahan mengusir bayang-bayang mimpi buruk yang baru saja dialaminya.Anshel tersenyum, ketika istrinya mengulurkan tangannya. “Ayo bangun!” ajak Fleur. Pria itu teringat akan ucapan istrinya semalam.Anshel pun berdiri di bantu Fleur, begitu berdiri, Anshel refleks memegang bagian belakang kepalanya.Melihat ekspresi suaminya, Fleur tampak khawatir. “Anshel, apa kau baik-baik saja, bagaimana kepalamu?” Anshel baru menyadari kepalanya terbentur ke lantai, dan ia merasa kesakitan, tapi ia bersikap santai di depan istrinya, laki-laki itu justru malah memandangi wajah istrinya, senyumnya tak men

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 128 - Mimpi Buruk Setelah Ciuman

    “Apa kau datang ke pengadilan?”“Hmmm, bukankah waktu di rumah sakit aku pernah bilang akan datang ke persidangan.”Seolah mendapat jawaban dari rasa penasarannya, ia pun baru mengingatnya, kalau Ava Grace sempat meminta izin padanya untuk datang ke persidangan. “Ah benar, maaf aku tidak memperhatikannya saat di sana.”“Ya karena kau sibuk mengurus istrimu.”“Baiklah, tapi aku punya satu permintaan.”Anshel mengerutkan keningnya ia kemudian berbalik sambil melepaskan tangan Ava. “Berhenti dan jangan bergerak!”Kaki ava berjinjit ia kemudian menangkup ipi Anshel dan melumat bibir Anshel lagi. Namun Anshel segera mendorongnya. “Hentikan Ava!”Anshel menyeka bibirnya yang basah. “Hubungan kita sudah berakhir.”“Tapi kau menikmati ciumanku, Anshel kau bahkan membalas ciumanku dan rasanya masih sama seperti dulu.”

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 127 - Godaan di Tengah Badai

    “Malam ini?”“Aku ingin bicara soal Alat itu.”“Tapi aku harus menemani Fleur.”“Bukankah istrimu akan senang jika kakaknya akan segera Pulih?”Anshel mengerutkan dahinya. “Baiklah, aku akan menemuimu malam ini.”Anshel kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku jas. Anshel mendekati kedua pengacaranya dan mengakhiri obrolan mereka. ***Anshel pun menuju sebuah Bar dimana mereka sering bertemu dulu. Di sana di ruang VIP gadis itu duduk di sofa menunggu kedatangan Anshel. Senyumnya mengembang ketika melihat Anshel datang. Ia berdiri sambil membawa segelas anggur putih. Anshel menyapanya, “Halo Nona Grace.”“Anshel akhirnya kau datang juga,” Ia segera memeluk Anshel dan mencium pipi Pria itu. Anshel berusaha melepaskan pelukan Ava Grace, “Ava, jangan seperti ini.”Ava Grace pun melepaskan pelukannya lalu ia menarik Anshel agar duduk d

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 126 - Air Mata Fleur

    Karena ruangan itu sangat gaduh, hakim meminta semua orang yang hadir untuk bersikap tenang.Hakim pun mengetukkan palu sidangnya tiga kali."Kepada hadirin yang terhormat, tolong tenang. Ketertiban ruang sidang harus dijaga. Saya tidak akan mentolerir gangguan yang tidak perlu."Anshel masih berusaha membujuk istrinya yang meluapkan kekesalannya kepada Tuan Anderson."Nyonya Fleur, silakan kembali ke tempat duduk Anda.""Tapi Yang Mulia…""Sudah, Sayang. Biarkan Victor dan Smith yang berbicara."Pipi Fleur mulai basah, "Anshel..." ucapnya dengan suara bergetar.Anshel mengusap air mata di sudut mata istrinya menggunakan ibu jarinya. Ia menatap Fleur lembut, berusaha membuat wanita itu tenang.Fleur akhirnya mengalah. Dengan berat hati ia kembali ke tempat duduknya.Hakim menunggu hingga suasana benar-benar tenang sebelum kembali membuka berkas perkara."Pengadilan telah mempelajari do

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 125 - Dosa yang Terkubur

    Tuan Anderson apa maksud anda?” tanya Hakim. Bukannya menjawab pertanyaan dari Hakim, ia lebih memilih diam. Pria tua itu menyapu pandangannya ke arah kursi ruang sidang yang penuh itu. Ia melihat satu persatu pengunjung, berharap bisa menemukan seseorang yang sudah menerornya dengan foto-foto masa lalunya.Foto tersebut mengungkap dosa yang selama ini ia kubur dengan rapat. Mulai dari penyerahan amplop berisi uang suap, percobaan pembunuhan, hingga korban yang terkapar akibat racun yang ia berikan. Seolah-olah ada seseorang yang mengawasinya selama ini.Dibalik foto terakhir dimana ia sedang mencekik pria Asia itu ada tulisan tangan. “Akui perbuatanmu di pengadilan, atau aku akan memberikan foto lainnya kepada polisi, kau pikir kejahatanmu tidak akan diketahui siapapun?”‘Bagaimana dia bisa tahu aku menyuap Tuan Zhao dan menghabisinya, ia bahkan tahu akulah yang melenyapkannya Nyonya Merry,’ batinnya.Ia menunduk sebentar, lalu melihat ke arah dua bangku, ada seseorang yang terseny

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 42 - Jamuan Makan Malam Kerajaan

    “Kau ke mana saja?” keluh Fleur yang sudah rapi dan siap berangkat. “Maaf, tadi aku keluar sebentar, cari angin,” jawab Anshel. Namun sejak kembali ke kamar, tatapannya tak lepas dari istrinya, seolah memastikan Fleur benar-benar ada di hadapannya. “Aku mandi dulu sebentar?” ujarnya kemudian.

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 35 – Batas yang Terlewati

    Ketika Anshel menariknya kembali dan menyentuh bibirnya, tubuh Fleur bergetar. Bukan karena dingin air, tapi karena sesuatu yang sama sekali tidak ia persiapkan.Kenapa aku tidak langsung mendorongnya? Ia memejamkan mata hanya sesaat. Saat Anshel melepaskan ciuman itu, Fleur membuka mata perlahan

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 34 – Bermain Voly Pantai

    Tatapan mereka sempat bertemu karena insiden kecil saat Anshel ingin menyelimuti Fleur. Apa yang sedang Anshel lakukan, benar… Jangan-jangan dia menyusulku… karena hal ini, dia mau meniduriku bukan melindungiku? pikirnya. Fleur langsung melotot, dadanya naik-turun, dan tanpa ragu mendorong Anshel

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 26 - Berbincang dengan Ibu Mertua

    “Kenapa nenek bertanya seperti itu?” “Tentu saja, aku mencintainya.” “Seharusnya—” Anshel melihat jam. “Maaf Nek, aku harus ke kantor.” “Baik,” berhati-hatilah! Kemudian mereka pun berpelukan sebagai tanda perpisahan. Anshel berpamitan dengan Ratu Calinda, ia berpesan agar neneknya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status