Kemudian, Rong Tian membiarkan lonceng itu berdenging sangat pelan, hampir tidak terdengar. Getaran halus menyebar dari logam itu, menciptakan bunyi rendah yang menusuk ke dalam jiwa.Suara rendah itu menyebar seperti gelombang tak kasatmata, menyentuh jiwa pemuda yang sekarat. Gejolak yang merobek jiwanya mulai mereda sedikit, seperti badai yang perlahan mereda, cukup untuk memberinya kesempatan bertahan beberapa saat lagi.Pemuda itu batuk lemah, tubuhnya bergetar. Darah segar keluar dari sudut bibirnya, mengalir perlahan di pipi yang sudah pucat.Matanya terbuka sedikit lebih lebar, menatap langit-langit dengan tatapan yang masih kabur. Napasnya masih terputus-putus tetapi sedikit lebih stabil, tidak lagi seperti orang yang akan mati setiap detik.Xiao Li kembali dengan mangkuk berisi ramuan panas yang baunya tajam dan pahit. Uap mengepul dari permukaan cairan berwarna cokelat kehitaman itu, membawa aroma yang menyengat hidung.Rong Tian mengambilnya dengan hati-hati, lalu dengan g
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya