Home / Fantasi / Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang / Lonceng Berdering, Organisasi Runtuh

Share

Lonceng Berdering, Organisasi Runtuh

Author: Jimmy Chuu
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-20 18:23:20

Pintu bangunan utama Persekutuan Bulan Hitam terbuka perlahan.

Kayu tebal yang telah menghitam oleh usia bergeser dengan suara berat, seolah menolak memperlihatkan isi di baliknya. Dari dalam, bau dupa kematian menguar lebih pekat. Aroma kemenyan bercampur darah kering dan logam berkarat, bau yang biasa digunakan dunia bawah untuk menutupi pembantaian.

Tiga sosok melangkah keluar dari kegelapan.

Yang berada di tengah adalah seorang pria tinggi kurus dengan wajah pucat dan mata cekung. Jubah hit
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Jubah yang Tertinggal Pagi

    Beberapa tamu sekte kecil berbisik ketika melihat dua ahli waris Sekte Bunga Salju berdiri di sisi Rong Tian. Ada yang dulu ikut percaya bahwa Bing Ruoxue dan Xue Lingyin membawa aib dari Laut Timur, dan kini mereka tidak berani mengangkat suara setelah Pedang Rembulan tergantung jernih di belakang aula.Seorang tetua dari sekte luar mencoba menyelamatkan muka dengan berkata bahwa dunia persilatan memang sering salah paham. Murid di belakangnya cepat mengangguk, tetapi wajah mereka memucat ketika seorang murid tua Sekte Bunga Salju membuka catatan lama dan membacakan nama-nama orang yang pernah ikut menyebarkan tuduhan palsu.Rong Tian tidak mempermalukan mereka dengan kata-kata. Justru karena ia hanya duduk tenang di kursi utama tamu, para tamu merasa punggung mereka makin berat, sebab tidak ada yang tahu apakah diamnya seorang abadi berarti memaafkan atau sekadar menganggap mereka tidak layak ditegur.Upacara berlangsu

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Bab 320: Janji di Bawah Salju

    Beberapa hari setelah nama Bing Ruoxue dan Xue Lingyin dipulihkan, Sekte Bunga Salju tidak lagi tampak seperti tempat yang hanya dijaga oleh dingin dan aturan. Aula utama dibersihkan dari catatan palsu, tirai biru pucat diganti, dan tablet pendiri diseka oleh murid-murid tua yang selama lima tahun menelan keraguan tanpa berani menantang Qiao Yulan.Kabar menyebar dari pegunungan utara ke kota-kota kecil di bawah lereng. Orang-orang mulai berbisik bahwa Tuan Jubah Putih datang ke Sekte Bunga Salju, merobohkan ketua palsu tanpa membantai murid, membuka penjara bawah tanah, lalu mengembalikan Pedang Rembulan kepada dua ahli waris yang seharusnya tidak pernah hilang.Di gerbang luar, murid-murid yang dulu ikut menghunus pedang kini berdiri lebih tegak tetapi jauh lebih hati-hati. Mereka tidak lagi berani menyebut Bing Ruoxue dan Xue Lingyin sebagai pengkhianat, dan setiap kali melihat Rong Tian melewati tangga salju, tangan mereka merapikan gaga

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Darah di Atas Pedang Rembulan

    Pedang Rembulan ikut bersinar. Cahaya bulan menyentuh titik-titik segel di bahu, dada, dan pergelangan mereka, lalu menarik keluar qi dingin yang salah seperti benang hitam tipis dari kain putih.Beberapa murid yang mengikuti dari luar pintu menangis tanpa berani mengeluarkan suara. Mereka pernah mendengar dua nama itu sebagai pengkhianat, tetapi pemandangan di depan mereka tidak terlihat seperti pengkhianat yang dihukum, melainkan ahli waris yang dikurung agar tidak bisa bicara.Qiao Yulan menggertakkan gigi, lalu memaksa suara lembutnya keluar lagi. “Mereka dihukum karena membawa bahaya bagi sekte. Jangan tertipu oleh keadaan mereka sekarang, karena orang yang merusak nama Bunga Salju memang harus menanggung konsekuensi.”Bing Ruoxue menoleh ke arah suara itu. Tubuhnya masih lemah, tetapi matanya tetap berdiri lebih tegak daripada banyak murid sehat di belakang Qiao Yulan.“Kau me

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Pintu di Bawah Aula

    Segel kecil di gagang pedang pecah. Cahaya bulan yang semula dipaksa mengalir ke arah Qiao Yulan tiba-tiba berbalik, dan perempuan itu memuntahkan darah ketika meridiannya dihantam oleh qi yang selama ini ia tekan dengan paksa.Pedang Rembulan lepas dari tangannya dan berputar sekali di udara. Rong Tian mengangkat lengan, membiarkan gagang pedang jatuh ke telapak tangannya, sementara seluruh aula melihat Qiao Yulan terhuyung mundur dengan wajah yang tidak lagi mampu mempertahankan senyum.“Pedang ini tidak pernah memilihmu,” kata Rong Tian.Aula sunyi, tetapi kesunyian itu tidak kosong. Di dalamnya ada wajah murid yang memucat, napas yang tertahan, jari yang melepaskan gagang pedang, dan tatapan yang mulai menghitung ulang semua cerita yang mereka dengar selama lima tahun.Cai Ruxin paling cepat bereaksi. Ia menunjuk Rong Tian dengan tangan gemetar, lalu berteriak, “Teknik iblis! Di

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Pedang di Tangan Pencuri

    Aula utama Sekte Bunga Salju tampak indah dengan cara yang dingin dan tertib. Pilar putihnya dipahat menyerupai batang es, lantai batu beku memantulkan cahaya biru pucat, sementara lambang bulan besar tergantung di balik kursi ketua seperti mata yang menilai setiap orang dari tempat tinggi.Rong Tian masuk di antara dua baris murid perempuan yang sudah mendengar tuduhan pencurian teknik. Beberapa menatapnya dengan kebencian yang dipelajari dari rumor, beberapa lagi mencoba tampak keras meskipun tangan mereka masih mengingat bagaimana formasi gerbang runtuh tanpa satu pun luka besar.Qiao Yulan duduk di kursi utama. Ia bukan perempuan renta, tetapi usia tampak berusaha disembunyikan di balik riasan halus, dan matanya yang licin menatap Rong Tian seperti pedagang tua menaksir barang langka sebelum menawar dengan harga paling rendah.Di samping kursi ketua, sebuah pedang tersandar pada penyangga giok putih. Pedang Rembulan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Salju yang Tidak Mengenali Guru

    Rong Tian tidak mengubah ekspresi. Ia melihat bagaimana nama Bing Ruoxue dan Xue Lingyin menimbulkan reaksi yang terlalu cepat, terlalu seragam, dan terlalu takut untuk disebut sebagai kebenaran yang lahir alami.“Aku hanya bertanya apakah mereka masih hidup,” kata Rong Tian. “Jika kalian tidak tahu, panggil orang yang tahu.”Kalimat itu membuat wajah Cai Ruxin sedikit berubah. Bagi murid-murid muda, ucapan Rong Tian terdengar seperti ketenangan orang yang tidak memahami bahaya, tetapi bagi Cai Ruxin, ketenangan itu terasa seperti seseorang yang sengaja menahan tangan karena belum ingin membongkar meja.“Mulutmu ringan sekali menyebut nama orang berdosa,” ujar Cai Ruxin sambil mengangkat tangan. “Di depan wilayah sekte kami, pria asing sepertimu masih berani menyuruh kami memanggil orang, seolah Sekte Bunga Salju adalah halaman rumahmu sendiri.”Seorang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Pengepungan di Balai Bulan Patah

    Gu Han mengangkat tangannya yang dipenuhi bekas luka bakar, mengusap udara dengan gerakan melingkar perlahan. Matanya menyipit tajam, seperti membaca sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa."Bau darah masih segar."Bisikannya pelan seperti gemerisik daun mati. Suaranya hampir tertelan angin ma

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Jalan Yang Dipilih

    Perubahan tidak datang dengan cepat. Tetapi ia datang.Rong Tian mulai menunggu sebelum bertindak. Ia mulai mendengar sebelum memutuskan. Ia tidak lagi mencari pembenaran atas kekejaman masa lalunya, tetapi ia juga tidak lari dari tanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan.Pusaran Gelap perlaha

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Kemarahan Sang Raja Pedang

    Dini hari belum sepenuhnya tiba. Langit masih gelap dengan warna kebiruan yang samar di ufuk timur. Udara dingin menusuk tulang, membawa embun yang membasahi segala yang disentuhnya.Di halaman Kuil Awan Putih, pohon plum yang meranggas berdiri dengan dahan-dahan kosongnya yang menjulang ke langit.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Pedang Hitam di Pusaran Gelap

    Pasar Hantu di Pusaran Gelap terasa lebih berat dari malam-malam biasanya. Udara lengket menempel di kulit, membawa bau yang tidak menyenangkan. Campuran dupa murahan dan amis darah lama yang telah meresap ke batu-batu jalanan, seolah kawasan ini tidak pernah benar-benar bersih dari kematian.Lampi

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status