Compartir

Pedang Hitam di Pusaran Gelap

Autor: Jimmy Chuu
last update Última actualización: 2026-01-20 18:22:42

Pasar Hantu di Pusaran Gelap terasa lebih berat dari malam-malam biasanya. Udara lengket menempel di kulit, membawa bau yang tidak menyenangkan. Campuran dupa murahan dan amis darah lama yang telah meresap ke batu-batu jalanan, seolah kawasan ini tidak pernah benar-benar bersih dari kematian.

Lampion merah kehitaman tergantung di sepanjang gang sempit, bergoyang pelan tertiup angin malam. Cahayanya redup dan tidak stabil, memantulkan bayangan panjang di dinding-dinding bangunan yang tampak seperti sosok-sosok bengkok sedang mengintai.

Dari dalam salah satu bangunan terdengar petikan guzheng. Nadanya rendah, serak, dan tidak selaras. Seperti seseorang yang memetik senar tanpa hati, atau sekadar mengisi keheningan dengan suara agar tidak terdengar jeritan lain. Musik itu tidak berhenti, tidak juga membaik.

Rong Tian berdiri sendirian di depan gerbang besar bangunan utama Persekutuan Bulan Hitam.

Jubah putihnya bersih sempurna. Terlalu bersih untuk tempat seperti ini. Kontras tajam denga
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedang yang Berbalik Arah

    Pedang itu berhenti tepat di depan tenggorokan Lin Xuan dengan presisi sempurna. Jarak hanya satu inci yang sangat tipis, cukup dekat untuk merasakan hawa dingin dari logam tajam.Keringat dingin mengalir sangat deras di pelipis Lin Xuan. Matanya melebar penuh ketakutan yang sangat nyata dan melumpuhkan.Napasnya terputus-putus tidak teratur seperti orang tenggelam. Kaki gemetar hebat, hampir ambruk ke lantai, tetapi tubuh terlalu takut untuk bergerak sama sekali.Kerumunan tidak berani bernapas terlalu keras. Semua mata tertuju pada ujung pedang yang bergetar kecil di udara seperti ular berbisa.Rong Tian tetap diam tanpa ekspresi apapun. Ia tidak mengangkat tangan untuk bertindak, tidak mengeluarkan suara ancaman, hanya berdiri di sana dengan tatapan dingin yang kosong.Semua orang di aula yang ramai itu kini mengerti dengan sangat jelas. Orang berpakaian putih kasar ini sama sekali bukan orang biasa yang bisa diremehkan.Ujung pedang itu bergetar kecil di depan tenggorokan Lin Xuan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Penghinaan di Aula Megah (Kedua)

    Lin Xuan mendengar bisikan itu dan senyumnya melebar sangat puas. Ia merasa didukung penuh oleh massa yang memihaknya. "Dengar itu?" katanya dengan nada sangat puas seperti pemenang pertandingan."Semua orang tahu Anda bukan siapa-siapa yang penting. Keluar sebelum saya panggil penjaga untuk menyeret Anda," ancamnya sambil mengangkat dagu tinggi dengan sikap angkuh maksimal.Rong Tian masih tidak menjawab sama sekali. Tatapannya tidak berubah walau sedikit, tubuhnya tidak bergerak seperti patung giok.Lin Xuan tersinggung sangat berat karena diabaikan. Diabaikan di depan umum membuatnya merasa dipermalukan parah. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus, tangan terkepal erat sampai buku-buku jari memutih."Baik. Kalau Anda tidak mau pergi dengan baik-baik," katanya sambil berbalik ke arah lorong dengan gerakan dramatis. "Penjaga!"Lima pria berbaju seragam coklat tua dari kain katun tebal muncul dari pintu samping. Mereka adalah penjaga keamanan paviliun, petugas yang ditugaskan menjag

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Penghinaan di Aula Megah

    Aula utama Paviliun Harta Karun Langit dipenuhi keramaian yang teratur seperti pasar istana. Kultivator berjubah sutra berwarna-warni dan pedagang kaya berkeliling di antara etalase jade putih dan gulungan kuno yang disegel lilin merah.Lampion sutra merah berjajar rapi di sepanjang pilar kayu cendana tua. Cahaya kuning hangat memantul di lantai batu giok putih yang dipoles halus, menciptakan kilauan yang menenangkan mata seperti permukaan danau.Lonceng angin kecil dari perunggu berbunyi halus di sudut-sudut aula. Suaranya lembut, berirama seperti air mengalir, seperti musik yang mengalir tanpa henti dari instrumen guqin.Di meja-meja transaksi yang terbuat dari kayu rosewood tua, pedagang dan pembeli berbicara dengan nada rendah penuh kehati-hatian. Uang Batu Energi berkualitas tinggi berpindah tangan, gulungan informasi rahasia diserahkan dalam amplop sutra tertutup rapat.Suasana tertib seperti upacara istana. Tidak ada keributan yang mengganggu, tidak ada teriakan kasar, hanya bi

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Kesombongan yang Buta

    Xiao Yu mengangkat alis tipis dengan ekspresi bingung yang jelas. Ia hanyalah orang biasa tanpa kultivasi sama sekali, bukan kultivator yang mengerti seluk beluk dunia jianghu yang rumit, hanya pelayan yang dilatih untuk melayani tamu kaya dengan sopan dan profesional.Ia tidak memahami makna "Tuan Berjubah Putih" sama sekali dalam dunia kultivasi. Tidak tahu posisi nama itu di Jianghu yang luas, tidak tahu reputasi mengerikan yang terkait dengannya, tidak tahu kehebatan yang tersembunyi di balik nama sederhana itu.Baginya, ini hanya nama kosong yang aneh yang dipakai oleh orang miskin yang ingin terlihat penting. "Aku akan membawanya ke lantai atas," katanya dengan nada setengah malas yang tidak antusias sama sekali.Ia berbalik dengan gerakan yang tidak terlalu cepat atau tergesa, seperti melakukan tugas yang sangat tidak penting. Langkahnya santai tanpa urgensi apapun, seperti mengantarkan surat dari pengemis jalanan yang mencari sedekah.Xiao Yu berjalan melewati lorong panjang y

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tuan Berjubah Putih dan Informasi Terlarang

    Rong Tian melangkah masuk melewati ambang pintu kayu phoebe merah dengan tenang tanpa tergesa. Jubah putih kasarnya yang sederhana dari kain katun kasar kontras tajam dengan kemegahan bangunan yang dihiasi ukiran naga berlapis emas, membuat beberapa kepala berjubah sutra menoleh dengan tatapan penasaran dan meremehkan.Seorang pelayan wanita muda mendekat dengan senyum ramah yang terlatih sempurna. "Selamat datang di Paviliun Harta Karun Langit," katanya sambil membungkuk sopan dengan gerakan yang anggun seperti bunga teratai yang melambai tertiup angin.Namanya Xiao Yu, tertulis dengan tinta emas di lencana jade putih kecil berbentuk lotus di dadanya. Wajahnya manis dengan bubuk serbuk mutiara tipis, sikapnya terlatih sempurna, seperti pelayan profesional yang sudah melayani ratusan tamu kaya dari seluruh penjuru negeri."Apa yang bisa kami bantu hari ini, Tuan?"Tanyanya dengan nada lembut seperti air sungai mengalir, matanya menatap Rong Tian dengan penuh perhatian yang dibuat-buat

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Angin yang Membawa Nama

    Pagi tiba di Pusaran Gelap dengan cara yang tidak biasa.Angin musim semi bertiup kencang dari arah utara, membawa sisa hawa dingin yang belum sepenuhnya pergi. Udara terasa menusuk seperti bilah pisau tipis, lebih tajam dari biasanya, seolah membawa sesuatu yang tidak terlihat namun nyata.Lampion bambu di sepanjang gang bergoyang lebih keras dari hari-hari sebelumnya. Cahaya kuning redup di dalamnya bergerak tidak stabil seperti nyala lilin yang hampir padam, menciptakan bayangan yang bergerak gelisah di dinding basah yang ditumbuhi lumut hijau.Lonceng angin berbunyi tidak beraturan dengan nada yang berubah-ubah. Bunyinya keras, lalu pelan, lalu keras lagi tanpa pola, seperti peringatan yang tidak bisa ditangkap dengan jelas.Hari ini tidak normal bagi siapa pun yang merasakannya. Setiap orang yang lewat merasakan hal itu di tulang sumsum mereka, meski tidak ada yang berani mengucapkannya dengan keras.Di halaman depan Balai Pengobatan Bulan Patah yang sudah diperbaiki, Wang Fu mul

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status