Malam di Kota Sembilan Ngarai selalu penuh warna, namun tak ada tempat yang lebih memancarkan gemerlap dan hiruk-pikuk selain Paviliun Giok Merah. Bangunan megah ini, dengan atap genteng hijau giok dan lampion sutra merah yang tak terhitung jumlahnya, adalah jantung hiburan bagi para bangsawan dan pejabat kekaisaran.Di dalam, aula utama bergemuruh dengan tawa, musik, dan bisikan rayuan. Bau anggur beras, dupa cendana, dan parfum mahal berbaur, menciptakan suasana yang memabukkan.Di panggung tengah, para gadis penari dengan pakaian sutra tipis meliuk, gerakan mereka sehalus awan, memukau ratusan pria yang duduk di meja-meja bundar berukir. Kain sutra merah muda dan biru langit menempel di kulit mereka, memperlihatkan lekuk pinggul dan pundak yang terbuka. Setiap gerakan pergelangan tangan, setiap lengkungan punggung, setiap senyum yang mereka lempar, dirancang untuk membangkitkan hasrat.Mereka adalah para pria hidung belang, para bangsawan dengan jubah brokat, dan para pejabat kekai
Terakhir Diperbarui : 2026-01-09 Baca selengkapnya