Arthur melangkah masuk ke dalam Istana Kediaman Kaisar. Tempat itu terasa asing baginya, meskipun ia telah hidup di lingkungan istana sejak kecil. Kunjungan ke kediaman ini bisa dihitung dengan jari. Tidak lebih dari itu.Langkahnya tenang, wajahnya datar tanpa emosi. Di tangannya, sebuah kotak obat yang dititipkan oleh Diana.“Putra Mahkota.”Empat penjaga yang berdiri di ambang pintu memberi salam bersamaan. Suara mereka tegas, penuh hormat.Arthur tidak menanggapi. Ia tetap berjalan melewati mereka, seolah ucapan itu tidak pernah ada. Tatapannya lurus ke depan, tidak sedikit pun bergeser.Pintu besar itu terbuka, memperlihatkan suasana di dalam yang sunyi. Aroma obat dan ramuan herbal langsung tercium. Udara terasa lebih berat dari biasanya.Di dalam ruangan, ia melihat Karin tengah duduk di sisi tempat tidur. Wanita itu dengan sabar menyuapi bubur pada Kaisar.Begitu menyadari kehadiran Arthur, Karin segera berhenti. Ia berdiri dengan cepat, lalu membungkuk hormat.“Putra Mahkota,
Read more