Hari perjamuan pangan akhirnya tiba.Sejak pagi, Istana Kekaisaran Norvenia sudah dipenuhi kesibukan. Para pelayan hilir mudik membawa nampan makanan, kain meja baru dibentangkan, lentera-lentera emas digantung rapi di sepanjang koridor menuju Aula Utama.Namun bagi Diana, hari ini bukan sekadar perjamuan.Hari ini adalah hari pertunjukan.Hari di mana semua orang akan memainkan perannya.Di halaman dalam kediamannya yang berada di kompleks istana, Diana berdiri di depan tandu yang sudah disiapkan.Karena ia masih tinggal di Istana Kaisar, perjalanan menuju Aula Utama tidak memerlukan kereta kuda. Tandu sudah cukup.Bibi Erna berdiri di sampingnya, membantu merapikan ujung jubahnya.Sementara Embun memeriksa kembali tirai tandu yang berlapis sutra tipis.“Putri,” ujar Bibi Erna pelan sambil membantu Diana naik ke dalam tandu.Sebelum Diana benar-benar duduk, wanita tua itu menatapnya dengan serius.“Semua sudah pada posisinya.”Diana menoleh sedikit.“Putra Mahkota berpesan… Anda han
Read more