Elyse bahkan tak pernah membayangkan, dirinya kini justru rela membungkuk di atas meja kerja sang kaisar, bukan untuk menolak atau protes, melainkan benar-benar melayani nafsu suaminya sendiri. Tubuhnya didorong paksa hingga dadanya menempel di permukaan kayu dingin, sementara tangan Dyall yang besar menahan pinggangnya erat, membuat Elyse tak punya tempat lari, hanya bisa menerima setiap hentakan liar yang mengguncang tubuhnya habis-habisan dari belakang.Setiap dorongan terasa semakin dalam, liar, dan tanpa ampun, hingga suara Elyse tercekik antara erangan tertahan dan isakan gairah yang memalukan.Dyall menarik rambut Elyse pelan, memaksanya sedikit menengadah. Sekali hentakkan, Dyall mengangkat pinggul Elyse, lalu mendudukkannya tepat di atas meja kaki Elyse terentang lebar, tubuh setengah polos, napas memburu dan wajah merah padam menahan ledakan rasa malu dan nikmat yang bergulung-gulung.Wajah Dyall mendekat, sorot matanya penuh kuasa dan amarah yang mena
Last Updated : 2026-01-04 Read more