Ivanka berdiri kaku beberapa saat di tengah butik yang kembali dipenuhi bisikan. Kata-kata Madam Lesely masih menggema di telinganya tentang aura ratu yang bukan miliknya, tentang muse yang ternyata bukan dirinya. Dadanya naik turun cepat, seolah udara di ruangan itu terlalu sempit untuk ia hirup. Wajahnya memerah bukan karena malu semata, tetapi karena amarah yang membakar dari dalam.Ia menoleh tajam ke arah Jester. “Cukup,” katanya dingin. “Aku tidak ingin berada di tempat ini lebih lama.”Tanpa menunggu jawaban, Ivanka berbalik dan melangkah menuju pintu. Gaunnya berdesir keras, seakan mengikuti amarah langkahnya. Para bangsawan menyingkir memberi jalan, sebagian menatap dengan tatapan penasaran, sebagian lain dengan senyum tersamar.Jester tersentak. Matanya justru mencari satu sosok lain Elyse, yang telah menghilang di balik tirai ruang dalam bersama Madam Lesely dan Viona. Hatinya terasa tertarik ke arah itu, seolah ada tali tak kasatmata yang menahannya untuk pergi.“Ivanka, t
Last Updated : 2026-01-26 Read more