Kereta berhenti di depan Mansion Leclair dengan suara pelan, namun bagi Elyse, bunyi itu terasa begitu keras di kepalanya. Ia turun perlahan, langkahnya tidak setegap biasanya. Wajahnya pucat, matanya menyimpan kelelahan yang bahkan bedak pun tak mampu sembunyikan.Begitu melihatnya, Countess Leclair langsung bangkit dari kursinya.“Elyse…” panggilnya cemas. “Kenapa wajahmu seperti itu? Kau terlihat tidak sehat.”Count Leclair ikut mendekat, sorot matanya penuh kekhawatiran. “Kau tidak pulang semalam. Apa yang terjadi di istana?”Elyse menarik napas pendek dan memaksakan senyum. “Aku baik-baik saja, Ayah, Ibu. Hanya kelelahan. Aku terlalu lama berada di istana.”Namun nada suaranya rapuh, bahkan ia sendiri menyadarinya.Countess tidak tampak percaya. Ia segera menggenggam tangan Elyse. “Ayo masuk. Kau perlu beristirahat.”Di dalam kamar, aroma lavender menyambut mereka, namun Elyse merasa dadanya tetap sesak. Countess membantu melepas mantel Elyse, lalu mempersilahkannya duduk di tepi
Última actualización : 2026-01-25 Leer más