Dari kejauhan, Dyall menyaksikan kobaran api yang melahap menara kastil. Ia berdiri di atas bukit kecil di luar tembok, dikelilingi oleh para ksatria terbaik kekaisaran. Bendera Kaisar berkibar di belakangnya, sementara para komandan menunggu setiap gerak bibirnya. Dyall tidak membawa pedang terhunus. Ia membawa keputusan. “Jangan lengah, sampaikan perintahku,” katanya dengan suara tenang namun tak terbantahkan. "Atur posisi dan desak mereka." Tanduk perang ditiup. Gelombang pertama pasukan bergerak maju, menghantam gerbang dengan tameng dan balok kayu. Anak panah dilepaskan dari balik perlindungan perisai besar. Semua bergerak sesuai rencana yang telah disusun jauh sebelum api pertama dinyalakan. Dyall tetap berdiri di belakang garis tempur. Matanya mengamati pergerakan pasukan, menilai setiap celah, setiap kelemahan. Perintah dikirim melalui kurir berkuda dan isyarat bendera. “Sayap kanan maju.” “Pemanah, tekan menara barat.” “Jangan kejar terlalu jauh. Prioritas kita m
Last Updated : 2026-02-18 Read more