Di dalam istana, Jester berdiri di tengah pusaran tekanan yang nyaris meremukkan napasnya sendiri.Aula itu terasa sempit meski langit-langitnya tinggi. Cahaya obor menari di dinding batu, memantulkan bayangan panjang yang bergerak seperti makhluk hidup. Di sana, Duke Levric berjalan mondar-mandir dengan langkah kasar, tongkatnya menghantam lantai setiap kali emosinya memuncak.Wajah pria itu keras, penuh garis amarah dan ambisi. Di sisi lain ruangan, Pangeran Riaven berdiri tenang, namun ketenangan itu justru lebih berbahaya seperti danau yang permukaannya diam, tetapi menyimpan arus mematikan di dalamnya.“Lakukan apa pun yang kau bisa,” ujar Duke Levric dengan suara berat. “Aku tidak mau mendengar alasan. Dana kita harus kembali. Sekarang.”Jester menunduk
Last Updated : 2026-02-17 Read more