Wajah Elyse langsung memerah. Ia menatap Dyall dengan campuran malu, terkejut, dan kehangatan yang tak bisa ia sembunyikan.“Kau benar-benar tidak tahu malu,” gumamnya pelan.Dyall tersenyum tipis.“Aku hanya jujur pada istriku.”Elyse menundukkan pandangannya sejenak, lalu menghela napas kecil. Tangannya tanpa sadar mencengkeram lengan jubah Dyall.“Kau tahu aku lelah,” katanya pelan. “Dan pikiranku masih penuh dengan semua kekacauan ini.”Dyall mengangkat tangannya, menyentuh pipi Elyse dengan sangat hati-hati, seolah ia takut membuatnya menghilang.“Aku tidak meminta apa pun selain kau,” katanya lembut. “Bukan sebagai kaisar… tapi sebagai suamimu.”Elyse menatapnya lama. Dalam tatapan itu ada kelelahan, ketakutan, tetapi juga kepercayaan yang perlahan tumbuh. Dunia mereka sedang terbakar oleh perang dan pengkhianatan, namun di antara semua itu, Dyall masih memintanya dengan suara seorang pria yang takut kehilangan.“Aku hanya ingin kau tetap di sisiku,” lanjut Dyall. “Karena ketika
Last Updated : 2026-02-15 Read more