Elyse menunduk, pipinya bersemu merah dalam remang. Ada getir malu sekaligus gairah mengalir dalam dirinya. Ketegangan di antara mereka kian pekat, membuat udara kamar seolah membara. Dyall menantang Elyse dengan tatapan menuntut, seolah ingin melihat batas baru keberanian perempuan itu.Elyse menarik nafas panjang, menahan gemetar di tubuhnya. Ia merasa ragu, namun juga terpancing oleh dominasi Dyall malam itu. Perlahan, ia naikkan tangannya, meraba wajah Dyall lalu bibirnya, mencoba memberikan ciuman penuh kelembutan dan penyerahan. Dyall meresponkannya dengan ciuman yang lebih dalam dan, menuntut. Keduanya terhanyut dalam permainan baru, saling menaklukkan, saling memenuhi, hingga tak ada sekat lagi di antara mereka selain gairah yang membara.Pagi datang jauh lebih lambat bagi Elyse.
Last Updated : 2025-12-12 Read more