Bab 92: Kedatangan Lukas dan Rafli "Ada tamu rupanya," ujar pria itu menoleh kepada Yudha yang berjalan di sampingnya."Benar, Tuan," angguk pria itu."Tidak apa-apa, Yudha, aku bisa mengatasi semua ini. Tolong kamu bawa tas kerjaku ke kamar kerja ya, seperti biasa," titahnya. Bima menyerahkan tas kerjanya kepada Yudha dan pria itu bergegas melangkah menuju ruangan kerja. Di sana dia melanjutkan pekerjaannya dengan tenang, bahkan tanpa terganggu sedikitpun dengan drama yang akan dimainkan oleh majikannya sebentar lagi.Sementara Bima terus melangkah menuju sofa tempat berkumpul tamu-tamunya dengan aura yang mendadak berat. Meski demikian, bibirnya tetap menyunggingkan senyum formal."Sudah lama, Bang?" basa basinya ketika menjabat tangan Lukas, matanya terus bergerak gelisah memindai ruang tamu. Dia melihat Rafli yang tertawa kecil sambil menggoda Arisya di pangkuannya, sementara Alma berdiri dengan takzim di samping mereka.Rafli, pria itu lebih berbahaya daripada Lukas. Pria yang d
Last Updated : 2026-02-12 Read more