Bab 104: Harga Sebuah Kebanggaan"Pak, Anda tidak diperkenankan untuk...." Petugas keamanan berusaha mencegah, namun terlambat. Aliando keburu menerobos masuk ke dalam begitu gerbang terbuka untuk mobil Bima.Dia tidak menghiraukan teriakan petugas, melainkan terus menerobos masuk dengan langkah serabutan, nyaris terserempet badan mobil yang mengkilap itu. Begitu Bima turun, Aliando langsung menghadangnya. "Bima, akhirnya kamu pulang, Nak!" seru Aliando tanpa basa-basi, mencoba mencari simpati. Wajahnya berseri-seri meski tetap terlihat memelas.Bima yang sudah lelah dengan drama rumah tangganya, menarik napas panjang. Ia menatap mertuanya dengan tatapan datar, seolah sudah menduga kekacauan ini akan terjadi. "Mari masuk dulu, Pa. Tidak enak bicara di halaman. Saya akan panggilkan Ratih....""Tidak perlu!" sergah Aliando cepat. Dia memegang lengan jas Bima. "Ratih... istrimu itu, dia benar-benar keterlaluan. Dia bahkan tidak mau menemuiku! Jadi Papa hanya ingin bicara denganmu. Ini s
Terakhir Diperbarui : 2026-02-26 Baca selengkapnya