Cermin wastafel di ruang ganti dokter memantulkan wajah seorang asing. Itu adalah wajah Raya, tapi versi yang lebih pucat, lebih lelah. Ia merasa tubuhnya lengket, seolah lapisan keringat, ketakutan, dan kebosanan rumah sakit menempel pada kulitnya dan tidak mau hilang meskipun ia sudah mandi dengan air panas. Ia mengganti pakaian kotornya dengan seragam rumah sakit yang bersih dan kaku, sebuah baju zirah yang seharusnya membuatnya merasa profesional, tapi justru terasa seperti penjara lain. Tapi tetap saja, saat matahari terbit tadi, Raya belum bisa memejamkan matanya. Matanya terbuka lebar, menatap plafon mess dokter yang kusam, memutar ulang ancaman Ardava di kepalanya seperti film horor yang tak berakhir. Akibatnya, bawah matanya kini sedikit menghitam, sebuah bayangan ungu yang menjadi bukti fisik dari pertempuran batinnya yang tak terlihat.Rambut yang biasanya ia rapi sanggul, kini sedikit berantakan, beberapa helai meliuk liar di sekitar wajahnya, menunjukkan betapa lelahnya
Terakhir Diperbarui : 2025-12-26 Baca selengkapnya