Pagi itu, Raya terbangun bukan karena alarm atau mimpi buruk, melainkan oleh kesunyian yang terlalu rapi.Ia membuka mata perlahan, menatap langit-langit kamar yang masih remang. Untuk beberapa detik, ia hanya berbaring diam, menunggu tubuhnya sepenuhnya sadar. Biasanya, pada momen setengah sadar seperti ini, ia akan merasakan sesuatu, berat lengan Jagara di pinggangnya, atau setidaknya napas lelaki itu yang teratur di dekat telinganya. Tapi pagi ini, yang ia rasakan hanyalah dingin di sisi ranjang.Seprai di sebelahnya kosong.Raya mengerjap, menoleh, lalu bangkit sedikit. Jam di ponselnya menunjukkan pagi yang sudah cukup siang untuk hari kerja. Mungkin dia sudah bangun lebih dulu, pikirnya, masih berusaha tenang. Ia hampir kembali merebahkan diri, ketika perlahan sebuah suara menyentuh telinganya.Cesss.Bunyi minyak panas bertemu wajan. Disusul suara logam yang beradu pelan, ritme yang familiar. Suara seseorang memasak.Senyum Raya langsung terbit, lebar dan spontan. Jantungnya me
Last Updated : 2025-12-28 Read more