Raya terbangun dengan rasa perih yang samar di bagian selangkangannya, sebuah kenangan fisik dari pergulatan liar semalam yang masih tersisa di otot-ototnya. Rasa tak nyaman itu membuat perlahan Raya membuka kedua matanya, baru menyadari sinar terang yang menyilaukan masuk dari celah jendela kamar hotelnya yang semalam memang tak ia tutup.Sebuah senyum lebar mengembang di bibirnya saat ingatan semalam kembali menghantam. Ia mengingat bagaimana Jagara tak memberinya ampun, menyerangnya dengan bertubi-tubi di atas kasur, di sofa, bahkan di dinding kamar mandi yang dingin. Ia mengingat desahannya, gigitan kecilnya di bahu, dan cara Jagara memanggil namanya di antara rintihan—parau, penuh kerinduan, dan terdengar seperti doa. Jagara telah melampiaskan semua kerinduan tujuh tahunnya dalam satu malam, dan Raya, dalam kegilaannya, telah menyerahkan segalanya.Namun tunggu. Posisi kasur di sebelahnya kosong. Dingin.Otomatis, senyum itu menghilang. Gadis itu itu beranjak duduk, selimut yan
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-11 อ่านเพิ่มเติม