Raya menghabiskan hari libur dadakannya di atas kasur hotel tanpa benar-benar hidup di dalamnya. Ia tidak bergerak untuk mandi, tidak pula mencari makan. Tubuhnya hanya tergeletak, menyatu dengan seprai kusut, seolah gravitasi menariknya lebih kuat dari biasanya.Mata sembab masih menghiasi wajahnya, kelopaknya berat, perih, dan panas akibat terlalu banyak menangis. Kepalanya terasa seperti dipenuhi kabut tebal; setiap kali ia membuka mata, dunia seakan berputar perlahan, membuatnya mual dan kembali memejamkan mata dengan napas tertahan.Ia memilih tidur lagi. Bukan karena lelah semata, tapi karena terjaga terasa terlalu menyakitkan.Entah berapa lama ia terlelap, Raya terbangun dengan sensasi asing di tubuhnya. Perutnya melilit, kosong, lalu berbunyi pelan, suara kecil yang terasa memalukan sekaligus menyadarkan. Tenggorokannya kering, kepalanya pening, dan tubuhnya terasa ringan dengan cara yang tidak sehat. Ia sadar, ini bukan sekadar lemas, ini tubuh yang mulai kekurangan asupan.
Last Updated : 2025-12-21 Read more