Raya membasuh wajahnya di depan cermin wastafel, air dingin mengalir melewati kulit pipinya yang masih terasa hangat. Kemerahan di sana perlahan memudar, meski perasaan di dadanya tidak ikut surut. Ia menatap pantulan dirinya sendiri, mata yang sedikit berkaca, napas yang belum sepenuhnya stabil. Entah karena malu, atau kesal, atau mungkin perpaduan keduanya yang saling tumpang tindih tanpa mau dipisahkan.Bayangan Jagara berdiri di tengah aula, menyebut namanya dengan suara tenang tapi menusuk, terus berputar di kepalanya. Presentasi yang sudah ia persiapkan dengan matang, yang seharusnya berjalan rapi dan profesional, terasa ternodai oleh satu pertanyaan yang sama sekali tidak ada di slide. Raya memejamkan mata sesaat, menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri sebelum semuanya tumpah dalam bentuk emosi yang tidak seharusnya.Ia mengeringkan wajahnya dengan tisu, menepuk-nepuk pelan, lalu melangkah keluar dari ruang kecil itu.Begitu pintu terbuka, langkahnya terhenti seperse
Last Updated : 2026-01-07 Read more