“Enggak,” Kara menggeleng tegas.“Kamu aja ini masih belom sembuh, berani-beraninya minta ujan-ujanan.” Tolaknya.“Sekali aja, Karaaaa.”“Enggak, Diandra.” Kara masih bertahan dengan penolakannya.Entah apa lagi yang akan dilakukan gadis itu kalau Kara terus menerus menolaknya seperti ini.“Kamu masih sakit, dan aku nggak mau kamu kenapa-napa.”“Kara…”“Sorry, kali ini aku nggak akan tergoda,” ucapnya, mengabaikan panggilan Diandra yang terdengar manja.“Hm, susah deh. Ya udah kalo gitu aku mau balik ke kampus aja.”“Ngapain?” Alis Kara berkerut sambil tetap mendorong kursi roda Diandra.“Mau liat pertandingan soccer, emangnya kamu nggak mau support sahabat kamu apa?”“Kalo yang itu boleh, karena nggak bahaya,” Kara mengangguk setuju.***Diandra dan Kara tiba di lapangan saat pertandingan sudah memasuki babak kedua, mereka terlambat, namun tetap bersemangat untuk mendukung Seno sebagai kapten tim soccer kampus mereka.“Ada yang happy banget nih kayaknya,” Diandra melirik Lavie dengan
Read more