Tidak lama, terdengar suara ribut dari luar, juga teriakan dan candaan dari dua orang anak. Setelah itu, bel berbunyi. "Itu pasti anak-anak!" ucap Danendra sambil bangkit dari duduknya. Ia dan Marissa duduk di ruang keluarga sambil nonton acara di TV setelah makan. Benar saja, saat pintu dibuka, dua bocah yang masih ribut tiba-tiba masuk ke dalam apartemen. "Ih, ini punyaku! Kau jangan coba-coba untuk memintanya!" teriak Michael pada Drizela. "Tapi itu dari nenekku! Harusnya aku bagi sedikit," balas Drizela yang tidak mau kalah. Michael diberi uang, kenapa dia tidak? Dari belakangnya, Wilyam berjalan mengikuti. "Sudah-sudah! Jangan ribut terus! Kalau Izela mau uang, nanti Paman kasih," ucap Wilyam yang mulai pusing dengan kedua anak kembar itu. "Tidak mau! Aku maunya uang dari Nenek! Bukan dari Paman! Huhhh ...." jawab Drizela sambil melipat kedua tangannya di depan, mulut kecilnya dikerucutkan, menandakan bahwa dia sedang marah. Mereka pun masuk ke ruang keluarga. Melihat
Baca selengkapnya