/ Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 308 Tidak Suka

공유

Bab 308 Tidak Suka

작가: Tusya Ryma
last update 게시일: 2026-05-06 23:11:18

"Aishhh, Danen! Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Luna sambil berjalan menghampirinya ke sofa. Ia pun duduk di depan Danendra.

"Ya, tidak! Aku hanya bertanya saja, kenapa kau datang kemari? Apa ada masalah di kantor?" tanya Danendra.

Padahal sebelumnya, Danendra sudah meminta Wilyam untuk menggantikannya di kantor. Selain itu, ia pun sudah meminta Asisten Anas untuk menangani beberapa masalah.

Tapi sekarang, kenapa sekretaris pribadinya itu malah mengikutinya ke perusahaan WiFoods sambil
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 431 Selesai

    Tidak terasa, waktu berlalu sangat cepat. Marissa dan bayinya sudah keluar dari rumah sakit setelah beberapa hari dirawat. Fanny pun sudah pulang dan hidup bersama suami dan anaknya di Kota K. Sekarang, Marissa dan keluarga kecilnya tinggal di rumah yang sangat bagus dan mewah yang sudah dibuat dari jauh-jauh hari oleh Danendra. Mereka hidup bahagia tanpa ada yang mengganggu. "Mama, kalau Baby Damar sudah besar, nanti dia akan merebut mainanku, dong! Di sekolah juga ada teman kami yang bilang kalau adiknya selalu mengacau, merebut mainan, dan menangis! Aku dan Izela tidak suka punya adik seperti itu!" ucap Michael yang saat ini sedang duduk di taman belakang bersama ayah dan ibunya, juga Drizela dan bayi Damar (singkatan dari nama ayah dan ibunya, Danendra dan Marissa). Mereka berlima sedang bersantai sambil menikmati udara pagi yang sejuk dengan rumput hijau dan bunga-bunga yang bermekaran di taman belakang rumah. "Husss, jangan bicara seperti itu! Kaka Michael dan Kakak Izel

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 430 "Terima kasih, Sayang!"

    Benar saja, setelah dokter memeriksa Fanny, ternyata wanita itu akan melahirkan. "Aahhh, bagaimana bisa? Kami ke sini untuk menjenguk Marissa, sama sekali tidak membawa apapun! Perlengkapan untuk bayi, kami tidak membawanya. Bagaimana ini?" Darius terus menggerutu. Ia tidak tahu harus berbuat apa menghadapi persalinan istrinya yang mendadak itu. "Tidak apa-apa! Masalah itu, kau jangan khawatir. Kalaupun bayinya lahir sekarang, ada perlengkapan bayi kami yang belum dipakai. Selain itu, pihak rumah sakit juga menyediakan perlengkapan bayi untuk bayi yang lahir mendadak seperti ini!" Danendra mencoba menenangkan Darius. Mereka berdua duduk di depan ruang persalinan Fanny. Danendra sampai meninggalkan istrinya demi menemani Darius yang terlihat panik. Beberapa menit kemudian, dokter memanggil Darius dan meminta ayah dari sang calon bayi untuk masuk ke dalam ruangan. "Bagaimana ini? Aku tidak berani ...." Darius benar-benar sangat takut. Ia tidak ingin masuk ke dalam ruangan itu dan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 429 Tanda-Tanda Melahirkan

    Di sebuah ruangan persalinan yang cukup tenang, terdengar suara tangisan bayi diiringi ucapan syukur dari para dokter dan ayah sang bayi. Danendra merasa lega, bayi yang baru saja dilahirkan oleh istrinya berjenis kelamin laki-laki. Bayi itu sangat sehat dengan suara tangisan yang begitu kencang. "Selamat, Nona! Bayi Anda laki-laki!" ucap dokter yang membantu persalinan Marissa. Bayi yang baru lahir itu segera diletakan di dada ibunya agar mencari ASI-nya sendiri. "Owa ... owa ... owa!" Bayi itu terus menangis sambil bergerak-gerak di dada Marissa. Danendra sampai terharu saat melihatnya. Di luar ruangan, Ambar dan suaminya, Wilyam, juga anak kembar—Drizela dan Michael—masih harap-harap cemas menunggu kabar dari dalam ruangan itu. Mereka tadi sempat mendengar suara tangisan bayi dari dalam sana, tetapi belum ada satu orang pun yang keluar dan memberitahu mereka. "Tadi itu suara apa, Nek? Apa suara kucing?" tanya Michael sambil mendongak menatap neneknya yang terlihat k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 428 Kontraksi Palsu

    Pagi ini, dunia terasa sangat indah. Marissa bangun dari pelukan pria yang semalaman menemaninya. Mereka menghabiskan waktu bersama tanpa mengenal lelah. Entah mengapa, hari ini menjadi hari yang sangat istimewa bagi Marissa. Bukan hanya karena semalaman mereka menikmati kebersamaan sebagai suami istri, tetapi juga karena semua kendala dalam hidupnya sudah berhasil dilalui dengan baik. Sekarang, Marissa merasa hidupnya begitu damai. Ia punya suami yang sangat mencintainya, juga kedua anak kembar yang sangat lucu, serta satu calon bayi yang masih ada di dalam kandungannya. Belum lagi mertua yang kini sudah merestui hubungan mereka. Selain itu, ada kakek dari pihak ayah yang baru ditemuinya belum lama ini. Semua itu benar-benar membuat Marissa sangat bahagia. "Ennnh, Sayang! Mau ke mana?" ujar Danendra sambil memejamkan mata. Ia melingkarkan tangannya di perut buncit istrinya. "Jangan dulu bangun. Aku masih mau seperti ini!" ucap Danendra lagi tanpa membuka matanya. Marissa yang su

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 427 Istana Megah

    Di dalam mobil, Marissa terheran ketika melihat jalanan yang tidak sama dengan jalan menuju tempat tinggalnya. "Eh, kita mau ke mana dulu? Tidak langsung pulang, ya?" tanya Marissa pada suaminya yang duduk di sampingnya. Selain ada Danendra dan Marissa, ada juga Drizela yang duduk bersama mereka, sedangkan Michael duduk di kursi depan bersama Asisten Anas yang sedang mengendarai mobil. "Hehe!" Danendra tersenyum. Ia sangat bangga bisa mengajak Marissa dan anak-anaknya tinggal di rumah baru yang sudah dibuatnya dengan waktu pembangunan yang cukup lama. Mungkin rencana pembangunannya sudah ada saat Marissa hamil anak pertama. Hanya saja, saat itu Marissa dan Danendra ada masalah, jadi pembangunan rumah itu dihentikan sementara waktu. "Nanti juga Sayang akan tahu!" jawab Danendra masih dengan senyum lebarnya. "Apa kita akan pergi berbelanja dulu? Atau ... mengajak anak-anak bermain?" tebak Marissa sambil melihat ke arah anak-anaknya. Mereka pun balas melihat Marissa. Dari

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 426 Mama Pulang

    "Minggir! Minggir!" "Semuanya minggir!" Petugas kepolisian bergegas menahan orang-orang yang akan mendekat. Mereka semua memegang ponselnya masing-masing, lalu merekam kejadian tersebut, di mana tubuh seorang pria tergeletak di aspal dengan genangan darah yang terus keluar. "Ah ...." Melihat hal mengerikan itu, akhirnya Marissa tidak kuat lalu pingsan. Tuan Lim yang ada di sampingnya pun segera memeluk dan menahannya agar tidak terjatuh. Dari depannya, Danendra berlari, lalu menghampiri Marissa yang terlihat lemah. "Apa yang terjadi? Marissa kenapa?" tanyanya dengan cemas. Danendra melihat Marissa memejamkan mata. Ia semakin panik, lalu memanggil bawahannya dan memintanya untuk segera membawa Marissa ke rumah sakit. Di dalam mobil, Danendra begitu cemas, bukan hanya karena melihat kejadian mengerikan yang terjadi pada Ken, tetapi juga karena melihat istrinya yang saat ini tidak sadarkan diri. Tuan Lim sudah menceritakan kronologi kejadiannya pada Danendra, dan ia pun semakin

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 27 Papa Baru

    "Bekerjalah yang baik selagi kau masih sendiri! Nanti setelah menikah dan punya anak, barulah diam di rumah! Biarkan suamimu yang bekerja dan memenuhi semua kebutuhan kalian," ucap Merina dengan tegas. Ia menatap Mario, lalu memalingkan muka. "Pergilah keluar, nikmati masa liburmu hari ini! Janga

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 29 Selama 2 Jam

    "Aku juga belum menyebarkannya pada siapapun!" Jonson mendekat lagi. Dirinya terlihat percaya diri sambil terus menatap Marissa. "Kalau kau mau aku menghapusnya, luangkan waktumu selama dua jam untuk menemaniku makan malam, bagaimana?" ucap Jonson, bernegosiasi pada Marissa. Marissa kembali mun

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 32 Terus Menggodaku

    Danendra tidak menjawab pertanyaan dari pamannya. Ia malah berjalan masuk ke dalam ruangan itu sambil melihat ke arah tubuh polos Jonson yang tidak memakai baju, lalu beralih ke arah wanita yang ada di depannya. Tangan pria tua itu masih memegang tangan kecil Marissa. "Paman, apa yang kau lakuk

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 33 Terkadang Baik Terkadang Jahat

    Di pagi hari, sinar matahari begitu terang masuk ke dalam kamar hotel yang sangat mewah. Di atas tempat tidur yang empuk, seorang wanita berbaring dengan nyaman di bawah selimut yang sangat lembut. Marissa menarik selimutnya ke atas dan mengubur dirinya di bawah selimut itu. Ia menghindari cahaya

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status