Compartilhar

Bab 301 Selingkuhan

Autor: Tusya Ryma
last update Data de publicação: 2026-05-01 23:29:05

Napas keduanya masih tidak beraturan, posisi duduk mereka pun masih sama seperti sebelumnya, Danendra duduk di sofa, dan Marissa duduk di atas pangkuannya.

"A-aku juga merindukanmu, Danen!" balas Marissa dengan pelan.

Walau waktu sudah berlalu sangat lama, tapi perasaan nyaman ini, Marissa masih merasakannya sama seperti dulu.

Ternyata dirinya masih sangat merindukan Danendra.

"Apa kau tahu, juniorku mulai berkarat karena terlalu lama terkurung!" Danendra menunjuk sesuatu yang mengeras di b
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Kris yoyo
makasih thor untuk part bahagianya marissa sama danen
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 301 Selingkuhan

    Napas keduanya masih tidak beraturan, posisi duduk mereka pun masih sama seperti sebelumnya, Danendra duduk di sofa, dan Marissa duduk di atas pangkuannya. "A-aku juga merindukanmu, Danen!" balas Marissa dengan pelan. Walau waktu sudah berlalu sangat lama, tapi perasaan nyaman ini, Marissa masih merasakannya sama seperti dulu. Ternyata dirinya masih sangat merindukan Danendra. "Apa kau tahu, juniorku mulai berkarat karena terlalu lama terkurung!" Danendra menunjuk sesuatu yang mengeras di bawah perutnya. Marissa yang duduk di atasnya bisa merasakan hal itu. "Tidak bisakah kau menyentuhnya sekali saja?" tanya Danendra dengan suara pelan nan serak. Ia menggenggam tangan Marissa, menuntunnya untuk menyentuh adik kecilnya yang sudah haus akan belaian. Awalnya mereka begitu serius, tapi mendengar ucapan Danendra, keseriusan itu berubah menjadi sedikit humor. "Berkarat? Memangnya ini besi, bisa berkarat?" tanya Marissa sambil benar-benar memegang benda panjang dan keras itu dengan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 300 Terlihat Buruk di Depan Mereka

    "Tapi Zain—" "Sudahlah! Jangan mengatakan hal itu lagi. Mau bagaimanapun, aku tidak akan pernah setuju!" Zain mengatakannya dengan sangat tegas. Zain sudah memberi kebebasan pada Marissa yang sebelumnya tidak dia berikan. Ia menahan semua rasa cemburunya agar Marissa tidak pergi. "Mulai sekarang, aku tidak akan melarangmu menemui putrimu, menemui Danen, bersama dengan mereka, mengajak Michael menemui ayahnya. Aku tidak akan melarang semua itu! Tapi, aku hanya minta satu hal, jangan mengatakan putus lagi dan jangan menyalah gunakan kepercayaanku ini," lanjut Zain dengan pelan agar Marissa bisa mengerti. "Mulai sekarang, kau bebas melakukan apapun! Termasuk berdiskusi membahas masalah anak-anak dengan ayahnya, membahas pekerjaan, kalau ada. Tapi kau harus tahu batasan! Kau milikku, jangan mengkhianatiku dan jangan membuat keluargaku kecewa!" Itulah yang Zain inginkan. Dia tidak ingin putus, tidak ingin pula Marissa menjauh, jadi dia memberikan semua kebebasan itu dengan hati yang b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 299 Benar, Dia Bos Besarnya

    Pria itu selalu ikut campur masalah izin di tempatnya bekerja. Ini bukan kali pertama. Sebelumnya pun, Marissa pernah bolos bekerja saat dirinya sedang bersama Danendra. Bosnya pun tidak menegur. Semua itu membuat teman-temannya di kantor merasa iri. "Sudahlah! Tidak perlu membahas hal itu! Yang jelas, bosmu itu adalah teman baikku! Jadi, kau tidak perlu khawatir!" ucap Danendra tanpa menjawab pertanyaan dari Marissa Namun wanita di sampingnya tetap saja memaksa. "Apa itu benar kau?" "Aku curiga, temanmu yang menjadi bosku itu, mau saja diperintah olehmu! Apalagi waktu kemarin, Pak Jimy meneleponku di tengah malam hanya untuk menyuruhku menjelaskan masalah tugas di rumah itu, padamu! Kalau dipikir-pikir, bosku itu sangat takut padamu!" jelas Marissa dengan kening yang mengkerut. Ia tidak akan berhenti berbicara sampai pria di sampingnya menjawab. "Sudahlah! Tidur lagi, sanah! Ini masih pagi! Penjaga kebersihan akan datang satu jam-an lagi! sebaiknya kau kembali ke tempat tidurmu!

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 298 Semakin Curiga dengan Status Danendra

    Di sebuah MPV termahal dan termewah milik Danendra yang dikendarai oleh Asisten Anas, kedua anak kecil berusia lima tahun duduk di kursi belakang sambil menatap ayah mereka yang berbaring di baris kedua. Di sampingnya, ada Marissa yang juga duduk sambil terus memperhatikan pria dewasa yang terlihat sangat lemah itu. "Mama, Papa Danen tidak apa-apa, kan?" tanya Michael dari belakang. Anak kecil itu terlihat sedih melihat orang dewasa yang dari kemarin bermain dengannya, sekarang berbaring lemah tak berdaya. Terdengar Danendra berkata pada anak-anak dan wanita di sampingnya, "Papa tidak apa-apa! Kalian jangan khawatir!" "Bagaimana kami tidak khawatir, kau demam seperti ini, bahkan hampir mencapai 40°! Apa semalam kau mandi?" tanya Marissa yang mulai curiga dengan sakitnya Danendra yang tiba-tiba itu. Padahal tadi malam dia masih baik-baik saja. Tidak mungkin pria gagah dan kuat yang selalu menjaga kesehatan dan pola makan seperti Danendra bisa sakit tiba-tiba. Itu pasti karena sema

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 297 Tidak Bisa Bersama

    Di balkon yang tidak terlalu luas, Marissa berdiri, melihat pemandangan kota sambil memegang ponselnya ke telinga. Dari seberang telepon, terdengar Zain marah lagi karena Marissa sudah tidak ada di tendanya. "Jangan bilang kau pergi bersama Danen lagi!" sergah Zain lagi yang entah sudah ke berapa kali dia marah pada Marissa setelah sambungan telepon terhubung. "Semalam aku sudah bilang, pagi ini kita pulang bersama! Aku akan mengantarmu dan Michael pulang! Tapi kenapa kau malah menghilang? Sebenarnya, dari kapan kau pergi? Jangan bilang, dari semalam kau pergi dari tempat ini!" Zain terus saja berbicara. Ia tidak membiarkan Marissa memotong ucapannya. "Cepat katakan! Sekarang kau ada di mana?" Hening beberapa saat, akhirnya Marissa bersuara. "Maaf!" Namun, Zain tidak puas dengan respon dari Marissa. Dia pun segera bertanya, "Maaf! Maaf karena apa? Apa karena kau bersama Danen?" Sebenarnya, bukan itu yang Marissa maksud. Dirinya meminta maaf pada Zain karena hal lain. "Sepert

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 296 Pria yang Hangat

    Malam sudah semakin larut, rasa kantuk dan lelah pun sudah tidak dipedulikannya lagi. Danendra terus mengendarai mobil yang dia pinjam dari seseorang yang ada di restoran Homesari dengan kecepatan tinggi menuju hotel yang paling dekat. Di sampingnya ada Marissa yang sedang duduk sambil melihat ke samping, sedangkan di kursi belakang ada si kembar yang masih tertidur pulas dengan memakai bantal dan selimut yang lengkap. "Di depan ada hotel, sebaiknya kita ke sana saja!" ucap Marissa sambil menunjuk gedung di depannya. Saat ini, yang Marissa inginkan hanya pergi dari kawasan perkemahan itu dan menjauh dari mata-mata seperti Zera dan Zain sendiri. Marissa hanya ingin tidur tenang bersama kedua anaknya. "Itu hotel biasa, bukan hotel bintang lima! Kamarnya tidak akan sebaik hotel berbintang! Sebaiknya kita cari yang lain lagi!" balas Danendra tanpa berhenti. Kalau harus kembali ke pusat Kota A, ke tempat tinggal Marissa ataupun Danendra, itu sangat jauh. Bisa memakan waktu lebih da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 42 Tahu Membalas Budi

    Mereka melihat pria tinggi dan tampan dengan setelan jas yang sangat bagus itu datang dan menghampiri ibu-ibu seperti mereka dan menanyakan keberadaan penyewa sebelumnya. "Maaf, saya mencari karyawan saya—Marissa! Apa dia masih tinggal di sini?" tanya Danendra sambil melihat ke dalam rumah yang n

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 38 Sebelumnya tidak Pernah Terjadi

    Di depan gedung hotel, sebuah taksi berhenti perlahan. Suara pintu belakang terbuka memecah keheningan malam. Setelah membayar ongkos, Danendra tanpa ragu menggendong wanita yang hampir kehilangan kesadarannya itu menuju lobby hotel. Tubuh Marissa terasa ringan, namun napasnya yang hangat menyentu

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 43 Mencari Putrimu

    Keesokan harinya, Marissa, Mario dan Merina sudah siap pergi keluar untuk mencari kontrakan ruko. Ketika Marissa dan putranya berjalan keluar rumah, banyak para tetangga yang penasaran dengan kehidupan Marissa di kota bersama dengan anak haramnya. Mereka basa-basi menyapa Marissa dan ibunya, tapi d

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 27 Papa Baru

    "Bekerjalah yang baik selagi kau masih sendiri! Nanti setelah menikah dan punya anak, barulah diam di rumah! Biarkan suamimu yang bekerja dan memenuhi semua kebutuhan kalian," ucap Merina dengan tegas. Ia menatap Mario, lalu memalingkan muka. "Pergilah keluar, nikmati masa liburmu hari ini! Janga

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status