Share

Bab 307 Oh, ya!

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-05-05 23:22:59

Benar saja, kabar dipanggilnya Marissa ke ruang kerja bos besar karena seringnya bolos bekerja sudah menyebar ke semua karyawan yang satu divisi dengannya. Tidak terkecuali dengan Jesi. Dia tahu kabar itu dari grup karyawan di ponselnya.

"Nah, kan! Aku bilang juga apa, Marissa tidak akan lolos begitu saja dari hukuman! Pak Jimy tidak apa-apa, tapi Bos Besar tidak mungkin membiarkannya begitu saja!"

"Hemmm, benar juga! Tapi aku kasihan pada Marissa! Tidak seharusnya Bos Besar memanggilnya lang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 307 Oh, ya!

    Benar saja, kabar dipanggilnya Marissa ke ruang kerja bos besar karena seringnya bolos bekerja sudah menyebar ke semua karyawan yang satu divisi dengannya. Tidak terkecuali dengan Jesi. Dia tahu kabar itu dari grup karyawan di ponselnya. "Nah, kan! Aku bilang juga apa, Marissa tidak akan lolos begitu saja dari hukuman! Pak Jimy tidak apa-apa, tapi Bos Besar tidak mungkin membiarkannya begitu saja!" "Hemmm, benar juga! Tapi aku kasihan pada Marissa! Tidak seharusnya Bos Besar memanggilnya langsung ke ruangannya! Kalaupun harus dihukum, dipotong gaji selama dia tidak bekerja kan, sudah beres!" balas Ara di pantry ketika sedang mengambil kopi. Seringnya Marissa bolos bekerja dalam beberapa hari terakhir, membuat semua orang iri dan membicarakannya. Bahkan kabar itu sampai juga ke telinga Jimy selaku teman baik Danendra yang tahu apa hubungan Danendra dengan Marissa. Di ruang kerja yang nampak terang karena dindingnya terbuat dari kaca besar, Danendra duduk di sofa bersama Marissa. Me

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 306 Kenapa Kau Begitu cantik?

    "Enh?" Marissa menoleh. Ia mengangkat kedua aslinya sebagai tanda bertanya. Sedangkan tangannya sedang memegang baju berupa atasan dan bersiap memakainya. Bukannya berbicara, Danendra malah berpindah ke kursi belakang, ia pun duduk di samping Marissa. Detik berikutnya, dia memegang pipi kiri Marissa, lalu mencium bibirnya dengan penuh hasrat. Tindakannya yang tiba-tiba itu membuat Marissa terkejut. Tangan yang masih memegang pakaian pun perlahan terbuka, lalu pakaian itu terjatuh ke bawah. Danendra benar-benar menciumnya tanap berhenti membuat Marissa hampir kehabisan napas. "Emh!" Marissa berkata di sela ciumannya. "Danen! Ah ... ak-aku sudah ter-terlambat!" Jam masuk kerja sudah hampir lewat, Marissa harus segera berpakaian dan masuk ke kantor. Kalau membuang-buang waktunya, bisa-bisa dirinya benar-benar terlambat. "Sayang! Kenapa kau begitu cantik?" bisik Danendra sambil menyentuh pipi Marissa dengan tangan besarnya. Ia sudah melepaskan pautan bibir mereka, lalu men

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 305 Sayang!

    Entah apa yang terjadi pada Zain sampai-sampai dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi yang akhirnya menabrak pembatas jalan. Bukan hanya tubuhnya saja yang terluka, tapi juga kaki. Kaki kanannya mengalami cedera yang cukup serius. Mobilnya pun hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi. "Sabar Tante! Kita doakan saja, Zain segera sadar dan kondisinya membaik!" ucap Marissa sambil mengelus punggung ibunya Zain. Malam ini, Marissa dan Sinta bermalam di rumah sakit untuk menjaga Zain. Mereka hanya berdua karena ayah dan adiknya pulang ke rumah. Di malam hari, Sinta tidur di tempat tidur yang khusus untuk penunggu pasien, sedangkan Marissa tidur di sofa dengan selimut yang dibawa ayahnya Zain dari rumah. Di sofa yang empuk dan nyaman, Marissa berbaring sambil memegang polsenya karena ada pesan singkat dari seseorang. Ia pun memberitahu orang itu bahwa saat ini dirinya tidur di rumah sakit untuk menunggu Zain. ["Apa mau aku jemput?"] tanya Danendra di pesan singkatnya. Ia k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 304 Sikapnya Aneh

    Di dalam mobil, Marissa duduk di depan sambil bertanya, "Kenapa tidak bilang kalau mau menjemput?" "Kalau mau ke sini, mungkin aku akan langsung menghampirimu, tidak perlu kau menungguku sampai empat puluh menit di dalam mobil," ucap Marissa lagi yang tidak tega melihat Zain menunggunya di tempat parkir lebih dari setengah jam. Namun, Zain tidak masalah dengan hal itu. "Tidak apa-apa! Aku bisa duduk dan istirahat dulu sambil menunggumu!" "Lain kali, kau tidak perlu menjemputku! Aku bisa pulang sendiri naik taksi!" ucap Marissa dengan spontan. Pikirnya, seharian ini Zain juga lelah bekerja, tapi pulangnya masih harus menjemput Marissa. Lebih baik Zain pulang dan istirahat di rumah. Namun, rasa tidak enaknya Marissa pada Zain malah membuat pria itu salah paham. Zain menanggapinya dengan sinis, "Kenapa? Apa kau tidak suka dijemput olehku?" Ekspresi wajahnya sudah berubah, tidak lagi sebaik sebelumnya. "Ah... bu-bukan itu maksudku! Bukannya aku tidak suka dijemput olehmu! Tapi, a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 303 Kekasih Bos Besar

    "Eh, kenapa? Apa benar, bos memberi kalian tugas yang berat?" Marissa masih bertanya, namun dengan suara yang sedikit dipelankan. Ia masih penasaran, mengapa hari ini mereka semua nampak berbeda dari biasanya. "Nanti saja setelah jam istirahat aku ceritakan! Sekarang, cepat kembali ke tempat dudukmu," balasnya dengan setengah berbisik. Namun, walaupun begitu, semua orang masih bisa mendengarnya. Hari ini, suasana di tempat kerja benar-benar sangat berbeda. Tidak ada lagi canda tawa dan teriakan, mereka terdiam sambil mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan serius. Di jam istirahat, Ara membawa Marissa ke kantin kantor yang ada di lantai paling bawah. Mereka berdua makan di sana tanpa mengajak teman-temannya yang lain. "Kenapa? Kenapa Jesi dan yang lainnya tidak diajak?" tanya Marissa sambil duduk berdua di salah satu meja. Marissa dan Ara sudah memesan makanan dan minuman. Sekarang tinggal menyantapnya saja. "Marissa, apa kau tahu, semua karyawan di kantor ini sangat iri

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 302 Sudah Baikan

    Tidak lama, terdengar suara ribut dari luar, juga teriakan dan candaan dari dua orang anak. Setelah itu, bel berbunyi. "Itu pasti anak-anak!" ucap Danendra sambil bangkit dari duduknya. Ia dan Marissa duduk di ruang keluarga sambil nonton acara di TV setelah makan. Benar saja, saat pintu dibuka, dua bocah yang masih ribut tiba-tiba masuk ke dalam apartemen. "Ih, ini punyaku! Kau jangan coba-coba untuk memintanya!" teriak Michael pada Drizela. "Tapi itu dari nenekku! Harusnya aku bagi sedikit," balas Drizela yang tidak mau kalah. Michael diberi uang, kenapa dia tidak? Dari belakangnya, Wilyam berjalan mengikuti. "Sudah-sudah! Jangan ribut terus! Kalau Izela mau uang, nanti Paman kasih," ucap Wilyam yang mulai pusing dengan kedua anak kembar itu. "Tidak mau! Aku maunya uang dari Nenek! Bukan dari Paman! Huhhh ...." jawab Drizela sambil melipat kedua tangannya di depan, mulut kecilnya dikerucutkan, menandakan bahwa dia sedang marah. Mereka pun masuk ke ruang keluarga. Melihat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 134 Buku Nikah

    Pintu yang ada di samping rumah Marissa adalah pintu rumah Zain. Dia sudah lebih dulu menyewa di sana tanpa adanya kompor dan alat rumah tangga. Entah sengaja atau tidak, pria itu memang enggan untuk membeli semua itu. Ia lebih suka menyusahkan orang lain dan meminta air panas pada Marissa setap ha

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 141 Jangan Bercanda

    Dari dulu, Merina tidak setuju saat putrinya merawat bayi itu. Ia juga tidak pernah menyukai anak itu sedikitpun. Apalagi sekarang Mario sudah dibawa oleh orang tua kandungnya, Merina semakin membenci anak itu. Merina bersikap seperti ini karena dia tidak ingin melihat putrinya murung. Dari dulu,

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 136 Percaya Diri

    Sore hari, di kamar yang sangat dingin karena suhu AC diturunkan, dua orang pria dan wanita sedang bergulat dengan lincah di atas tempat tidur yang sangat besar. Danendra dan Marissa melakukan rutinitas yang selalu dilakukan oleh pasangan lain ketika baru menikah. "Aku akan sangat merindukanmu,

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 138 Pemecatan Danendra

    "Bagaimana bisa seperti ini? Pak Danen dipecat, dan besok Pak Wilyam akan menggantikannya menjadi wakil presdir yang baru." Fanny yang mendengarnya pun ikut terkejut. Bukannya tidak suka, tapi ia tidak menyangka, mengapa perubahan ini begitu mendadak? "Bukankah itu bagus?" tanya Ray yang saat i

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status