Ucapan Vincent membuat Daisy merasa semakin terhina, seperti dilucuti dari segala martabat yang dia punya.Air mata Daisy turun semakin deras, membasahi pipinya yang sudah merah karena tamparan. Isakannya terdengar putus asa.Walaupun memang Daisy sudah tidak suci lagi, bukan berarti gadis itu rela menyerahkan tubuhnya pada pria mana pun, termasuk Vincent."Jangan, Vincent, kumohon!" Daisy terus berontak dan memohon dengan suara tercekat.Gadis itu berusaha mendorong dada Vincent dengan kekuatannya yang tersisa. "Kumohon, jangan lakukan ini!"Karena Daisy terus berontak dengan gerakan yang liar dan putus asa, blazer gadis itu turun dari bahunya, kancing yang tidak terpasang dengan baik membuat blazer itu mudah meluncur turun.Bahu putih Daisy terekspos, memperlihatkan bagian bahunya yang masih terdapat beberapa titik memar samar berwarna keunguan pucat.Semakin blazer yang memang longgar di tubuh Daisy itu turun, semakin banyaklah titik memar samar yang terlihat.Vincent membeku, mata
Last Updated : 2026-01-29 Read more