“Kau ingin menjadi wanita simpanan saya?” Jade mengernyitkan dahi. Pria itu menatap Daisy yang masih duduk di atas meja bar dengan kaki menggantung dan pipi yang memerah oleh sisa panas tubuh mereka. Tanpa ragu sedikit pun, Daisy mengangguk. “Iya,” jawabnya mantap. Jade menghela napas pelan, lalu mengusap wajahnya dengan satu tangan. Sejak awal, hubungan Jade dengan Bianca memang lebih banyak diwarnai oleh jarak ketimbang kedekatan. Mereka jarang melakukan kontak fisik, percakapan pun kerap berhenti pada hal-hal formal. Namun, meski enggan, Jade tidak pernah benar-benar menarik diri dari pertunangan itu. Bisnis adalah bisnis. Dan Bianca, terlepas dari segala sikapnya, adalah bagian dari kesepakatan besar yang sudah terlanjur disepakati. “Kenapa?” tanya Jade akhirnya. Daisy menghela napas, jemarinya bergerak pelan mengusap punggung Jade yang masih terasa hangat. Sentuhan itu lembut, kontras dengan keberanian ucapannya. “Kak Bianca masih menjalin hubungan dengan Andrew,” ucap
Terakhir Diperbarui : 2025-12-17 Baca selengkapnya