"S-sayang … kenapa bicara hal menyeramkan seperti itu?" Bianca bicara terbata-bata. Suara wanita itu terdengar gemetar. "Pergi, Bianca. Selagi saya masih bicara baik-baik," tukas Jade tegas. Namun Bianca tidak mundur meski Jade sudah terang-terangan menolaknya. Wanita itu justru maju setengah langkah, seakan kata pergi tidak pernah benar-benar sampai ke telinganya. "Berikan aku minum dulu. Aku janji setelah itu, aku langsung pergi," pinta Bianca bersikeras tetap berada di rumah Jade, meski itu hanya beberapa menit. Daisy membayangkan ekspresi Jade saat ini, rahang yang menegang, mata yang menyipit, dan kesabaran yang semakin menipis. Jade terdiam cukup lama. Dari balik partisi, Daisy bisa merasakan ketegangan yang menggantung di udara. Tatapan Jade turun, melihat leher Bianca. Di sana, ada bekas kemerahan yang masih sangat baru. Noda itu belum ada saat Jade bertemu dengan Bianca semalam. Jade menyadari Bianca baru saja selesai bercinta dengan seseorang, dan sekarang wanita it
Terakhir Diperbarui : 2025-12-18 Baca selengkapnya