Daisy turun dari mobil, bahkan sebelum Jade sempat membuka pintunya. Udara malam segera menyapa kulitnya. Gadis itu berdiri tegak, menunggu dengan napas yang sudah jauh lebih stabil dibandingkan beberapa jam lalu. “Kak Bianca,” sapa Daisy lebih dulu. Bianca yang berdiri di ambang pintu utama segera menoleh. Dalam sepersekian detik, sorot matanya menajam, tetapi begitu menyadari Jade sedang melangkah keluar dari mobil, wajahnya langsung melembut. “Hai, Daisy.” Bianca tersenyum ramah. “Kamu pulang bersama Jade?” Nada suara Bianca terdengar tenang, seolah tidak ada apa-apa. Padahal, tangan Bianca yang tersembunyi di balik tubuhnya menggenggam erat, menahan emosi yang meluap-luap. Sebelum Daisy sempat menjawab, Jade sudah berdiri di sampingnya. “Kaki Daisy sedang cedera,” ucap Jade, mewakili Daisy sepenuhnya. Bianca membulatkan mulutnya, berpura-pura terkejut. "Benarkah?" Bianca menatap Daisy dengan raut wajah khawatir yang dibuat-buat. "Daisy, seharusnya kau bilang padaku. Aku
Terakhir Diperbarui : 2025-12-09 Baca selengkapnya