Bukannya pulang, Daisy justru berhenti di trotoar. Dia menatap layar ponselnya, ragu sejenak, lalu memasukkan ponsel itu kembali ke dalam tas. Entah kenapa, kakinya terasa enggan membawa gadis itu pulang. “Baiklah,” gumam Daisy lirih. “Besok akhir pekan. Tidak apa pulang sedikit larut.” Dan tanpa pikir panjang, Daisy memutuskan untuk naik taksi menuju satu-satunya tempat yang selalu memberinya ketenangan. Tidak banyak orang datang ke pemakaman ketika sore sudah hampir berubah gelap. Bahkan hampir tidak ada. Itulah kenapa pria tua dengan seragam penjaga makam, Arthur, langsung bersuara begitu melihat Daisy muncul di gerbang. “Tidak ada yang datang ke pemakaman sore menjelang malam seperti ini, Daisy,” katanya sambil mengerutkan kening, sekaligus tersenyum hangat. Arthur sudah sangat mengenal Daisy yang rutin mengunjungi makam ibunya.
Terakhir Diperbarui : 2025-12-12 Baca selengkapnya