“Astaga, Laura! Bagaimana ini, Om?”Agustine berusaha keras menopang tubuh Laura yang ambruk seketika.Tubuh mungil itu terasa begitu berat dan dingin, seolah-olah seluruh semangat hidupnya telah tersedot habis oleh kabar duka tentang suaminya.Wajah Laura yang biasanya penuh dengan keceriaan dan ceplas-ceplos yang jenaka, kini pucat pasi, nyaris menyerupai mayat.Raja, tanpa berucap apa pun, langsung meraih tubuh Laura dari dekapan Agustine.Dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki setelah seharian bergelut dengan maut, Raja menggendong putrinya itu menuju kamar.Sementara itu, baik Aina maupun Agustine mengekor di belakangnya dengan raut muka cemas yang tak bisa disembunyikan.Aina bahkan terus mengeluarkan air mata, membasahi kain kasa yang membebat tangannya.Isakannya terdengar pilu di sepanjang lorong rumah yang mewah namun terasa hampa itu.“Maaf, Laura. Semua ini gara-gara Mama ….” Sesekali Aina
Terakhir Diperbarui : 2026-04-20 Baca selengkapnya