"Renji, kamu di mana? Cepat keluar, Mami mau ngomong. "Suara Ayaka melengking, memecah kesunyian malam yang belum berakhir. Nada itu bukan tanya, melainkan tuntutan.Nilna membeku. Ia menahan napas, memejamkan mata lebih rapat, pura-pura tenggelam tidur. Selimut ia tarik sampai bahu, bukan demi hangat, melainkan benteng tipis agar ia tak perlu bangun dan melihat kenyataan yang makin membuat dia terpuruk.Nilna merasakan tangan Renji yang dari tadi memeluknya, ditarik. Ia menggeliat pelan, lalu mendengus lirih."Mami, kenapa juga pulang malam-malam begini, ganggu orang tidur saja." Sebuah kecupan didaratkan Renji di pipi Nilna. Lembut, hinggah membuat Nilna membeku."Apakah aku mimpi?" batin Nilna bertanya, walau ia makin memejamkan matanya.Agak lama, entah apa yang dilakukan Renji, Nilna hanya merasa nafas lelaki itu tak jauh dari telinganya, membuat Nilna ketar ketir."Renji, turun, kamu dengar Mami ngomong, nggak?"Renji bergeser dari ranjang, tubuhnya meninggalkan cekungan hangat
آخر تحديث : 2026-02-11 اقرأ المزيد