Reyhan melangkah lebih dulu, "Masuk," ucapnya pelan.Nilna mendekat. Langkahnya otomatis terhenti. Kamar itu luas. Namun, bukan itu yang membuatnya diam. Dinding di bagian belakang... bukan dinding biasa. Kaca besar membentang dari sisi ke sisi, memperlihatkan pemandangan yang membuat napasnya tertahan.Kolam kecil dengan air jernih terbentang di luar, dihiasi ikan-ikan kecil yang bergerak lincah. Di tengahnya, air mancur memercik pelan, menciptakan suara gemericik yang menenangkan. Di sekelilingnya, taman tertata rapi, hijau, hidup, dan terasa begitu dekat, seolah bisa disentuh dari dalam kamar.Cahaya alami masuk tanpa hambatan, memantulkan bayangan air ke langit-langit kamar."Mas..." suara Nilna nyaris hilang.Ia melangkah mendekati kaca, matanya tidak lepas dari pemandangan itu. Jemarinya bahkan tanpa sadar menyentuh kaca, seolah memastikan ini nyata.Reyhan berdiri di belakangnya.Mengamati.Bukan pemandangan di luar... tapi reaksi Nilna."Itu... dari dulu juga?" tanya Nilna pel
Baca selengkapnya