Suara Kavita yang muncul tiba-tiba dari layar membuat Aira langsung menjerit kegirangan."Tante Kavita! Tante ada di sana juga?""Ada dong. Tante sengaja ke sini buat nunggu Mama.” Kavita mendekat pada Zelena, wajahnya mengisi separuh layar di sebelah Zelena. Pipinya lebih tirus dari yang Nayaka ingat. Rambutnya sedikit lebih panjang. Ia tersenyum ke arah kamera. Ke arah Aira. Bukan pada Nayaka. Dan ia sama sekali tidak terkejut mengetahui ada Nayaka di layar."Tante, kapan balik ke Indonesia? Aku kangen.""Hmm." Kavita menggoda, telunjuknya mengetuk dagu pura-pura berpikir. "Belum tahu. Tante masih sibuk di London.""Ih, lama banget.""Kan, udah ada Om Nayaka, jadi Aira nggak kesepian lagi."Kalimat itu keluar ringan, natural, seperti tidak bermakna apa-apa.Di Indonesia, di ruang keluarga yang remang karena hanya dinyalakan satu lampu, Nayaka tidak bergerak. Ia duduk sedikit di belakang Aira. Cukup masuk ke frame tapi tidak cukup dekat untuk menjadi fokus kamera. Posisi yang aman. P
Read more