Setelah sarapan usai, Jeandra dan Zelena sibuk membongkar koper oleh-oleh di ruang tengah, ditemani celoteh riang Aira. Inilah kesempatan Kavita. Ia melihat Nayaka membawa cangkir kotornya ke dapur. Meskipun ada ART, tapi Nayaka sudah terbiasa mandiri.Kavita segera berdiri, meninggalkan oatmeal-nya yang baru dimakan separuh, lalu menyusul ke belakang.Di dapur, Nayaka sedang berdiri membelakanginya, membilas cangkir di bawah kucuran air keran."Om," panggil Kavita sepelan mungkin.Gerakan tangan Nayaka terhenti beberapa detik, namun ia tidak memutar tubuhnya. Ia mematikan keran, lalu mengelap tangannya."Kenapa, Ta? Kalau mau sesuatu minta tolong Bibi," ucap Nayaka tanpa nada, suaranya sedatar aspal jalanan tadi malam."Aku nggak butuh apa-apa, cuma mau bicara sebentar," jawab Kavita cepat. Ia melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Aku mau tanya soal semalam."Nayaka akhirnya memutar tubuh mengarah pada Kavita. "Semalam apa? Kan, sudah jelas. Aku jemput kamu, ka
Read more