“Bang, pokoknya aku nggak mau dianter sama mereka. Aku berani kok sendiri,” kukuh Anya sambil menyilangkan tangan di depan dada. Wajahnya keras kepala. Matanya menatap kakaknya dengan penuh protes. Jelas ia protes, ia tak mau di antar oleh dua orang yang menurutnya arogan.Namun Adyan tetap berdiri tegap di depannya. Wajahnya datar, tapi auranya jelas tidak bisa dibantah.“Nggak ada penolakan, Anya,” ucap Adyan tegas, nada suaranya rendah… tapi penuh perintah. “Kamu tetap akan diantar Lettu Zevan dan Letda Fauzi.” Anya langsung mengerucutkan bibirnya kesal. Ia mendengus pelan kalau kakaknya sudah bicara dengan nada seperti itu, biasanya tidak ada ruang untuk berdebat lagi.Dan Anya tahu benar kakanya itu bisa sangat mengerikan kalau sudah marah. Dan tatapan yang mengerikan kakaknya lah yang membuat ia takut. “Kalau begitu kita permisi dulu, Ndan,” uc
Last Updated : 2026-03-11 Read more