Adyan mengetuk pintu kamarnya, berharap Nayla membukakan pintu kamar itu. Tok Tok Adyan terus mengetuk pelan " Nay, buka pintunya. kita bicara sebentar " lirih Adyan mendekat kan diri ke pintu, "aku lagi nggak mau bicara mas, kamu pergi aja" jawab Nayla di dalam kamarnya. Jelas Adyan tak menurut, ia tetap di situ sambil terus memanggil istrinya. "Nay, jangan buat kesabaran saya habis." pelan Adyan sedikit mendesak. Nayla diam tak menjawab, hanya kesunyian yang di dengar Adyan. tangannya mengepal kesabarannya mulai habis. Jujur ia frustasi, frustasi dengan hubungan rumah tangganya yang berjalan tak baik, ditambah situasi beberapa bulan lalu begitu menyudutkan nya. Hatinya yang sudah tertaut pada Nayla, sekarang membuatnya makin tersiksa saat perempuan itu mendiamkan dirinya beberapa bulan ini, sikap yang dingin dan tak pernah memberikan perhatian lagi. Adyan menarik kuat rambutnya, tangannya kembali terangkat mengetuk pintu. "Nayla, aku mohon buka sekarang atau saya
Read more