Aku membawa Putri ke dalam gazebo dan memberinya air putih. Selama ku gendong bayi lima bulan itu terus mengarahkan pandangannya padaku. mendongak keatas sambil membuka mulut terbengong lucu. Aku mencium pipinya gemas baru dia tersentak dan mulai meronta ingin melepaskan diri.“letakkan di sini saja, Pak,” kata Pak Salim yang ternyata mengikutiku sambil membawa kursi roda bulat milik putriku.“Nanti tergelincir bagaimana, Pak, biar kugendong saja,” kataku sambil terus berusaha membuat Putri nyaman dalam gendongan dan berhenti meronta.“Adik Putri tak suka digendong orang asing, pak, lebih suka bermain di rodanya sendiri bebas bergerak. Tidak akan jatuh ada pengamannya, ada kuncinya juga.”Aku tahu ini barang mahal yang sudah pasti sangat aman digunakan sesuai kebutuhan. Yang menyakitkan bukan keterangan panjang itu tapi kalimat itu–tak suka orang asing menggendongnya.Aku adalah ayah kandungnya yang sekarang dianggap orang asing oleh putriku sendiri. Tanpa peduli perasaanku Pak Salim
Read more