Setelah makan siang, Sarah mengarahkan anak-anak untuk menunaikan salat Zuhur, lalu beristirahat. Kamar dua kakak beradik itu kini tidak lagi menyatu seperti dulu. Sarah telah menyiapkan kamar masing-masing lengkap dengan segala kebutuhan mereka.Lemari pakaian beserta isinya, ranjang yang nyaman, meja belajar, beberapa buku yang disesuaikan dengan usia dan minat mereka, bahkan kamar mandi di setiap kamar. Di kamar Syamil terdapat beberapa mainan khas anak laki-laki yang masih ia sukai, sementara di meja belajar Rayyan telah tersedia sebuah laptop. Putra sulungnya kini sudah duduk di kelas dua sekolah menengah atas.Setelah menidurkan Putri, Sarah berkeliling memeriksa kedua putranya.Syamil sudah terlelap dengan napas teratur. Senyum tipis masih menghiasi bibirnya, entah mimpi indah apa yang sedang ia datangi. Sarah menyingkirkan perlahan beberapa helai rambut yang menutupi mata putranya, lalu mengecup keningnya sebelum keluar.Ia melangkah menuju kamar di sebelah.Tok.Tok.Sarah men
続きを読む