แชร์

Bab 177. Membunuh Rasa

ผู้เขียน: Wening
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-23 20:08:09

Di dalam rumah besar bergaya Eropa itu, malam turun pelan seperti selimut yang terlalu tebal.

Lampu-lampu taman sudah menyala satu per satu, tetapi tidak ada yang benar-benar membuat rumah itu terasa hangat. Mona duduk di tepi ranjang kamarnya, tanpa mengganti pakaian sejak pulang dari kafe. Tasnya masih tergeletak di kursi, tidak disentuh.

Di kepalanya, suara Sarah teru

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 192. Mulai dari Awal

    “Maafkan aku, Bang.”Zubaidah menutup wajah dengan jemarinya yang kini telah basah kuyup. Fadhil tak mengatakan apa-apa lagi hanya memandang istrinya dengan tatapan lelah.“Aku tahu salah, bang. Tolong berikan aku kesempatan kedua untuk memperbaikinya.”“Kamu yakin? Seingatku kamu sering begitu menyesal dengan air mata berderai-derai tapi di lain waktu ada kesempatan memulainya lagi di situasi yang bisa menguntungkan.” Fadhil mengatakannya sambil membuang pandangan jauh ke halaman yang hanya diterangi cahaya lampu taman kecil yang berpendar menerangi beberapa pot bunga di sekitarnya dan kegelapan mengurung di sekitarnya.“Aku berjanji, Bang. Aku tahu salah dan menyesal. Biarkan aku belajar kembal8i menjadi ibu dan istrimu yang baik dan ikhlas menerima takdir. Apa boleh?”Fadhil menarik pandangan dan menatap istri yang tampak ringkih di hadapannya. Nafasnya terdengar panjang dan penuh kelelahan. “Aku tau kita sama-sama terluka dan bukan mudah menerima satu sama lain dengan benar-bena

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 191. Pulanglah

    Suara kipas angin yang berputar di pojok ruang terdengar jelas. Fadhil dan Zubaidah masih diam dengan pikiran masing-masing.“Baidah, sebenarnya aku juga tahu kalau kau sendiri tak sepenuhnya ikhlas dengan kehidupan kita. Selain karena segala kekuranganku, keinginan untuk mencoba mendekati Pak Ali juga bukan tak terlihat.”“A-aku ….”“Sekarang aku juga mau tahu, sebenarnya apa yang kau pikirkan tentang semua hal yang terjadi diantara kita dan Sarah. Kamu sepenuhnya tahu kenapa poligami kita gagal. Karena sebelumnya, sejak awal Sarah tak pernah menolakmu tapi kamu sendiri yang terus menargetkannya. Sosok dermawan yang merajakan suami hingga melepaskan harta 8ntuk beribadah bersama itu sama sekali tak nyata. itu trikmu saja untuk mengikatku dan menekan dengan dalih moralitas. Lagipula ….”“Cukup, Bang. Baidah mohon.”“Kau bahkan tak tahan mendengar bagaimana jahatnya dirimu, koan?”“Abang juga tak mengingatkanku. Bagaimana hubunganmu dengan Sarah, itu jelas kesalahanmu sendiri.”“Tentu

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 180. Dari Hati ke Hati

    Matahari mulai mengintip di ufuk timur. Tak seperti saat berangkat, Fadhil dan Zubaidah pulang dalam dia m. Sampai mereka sama-sama menghadap sarapan di meja makan, suasana masih canggung. “Ehem.” Fadhil berdehem untuk mengurai kecanggungan.Zubaidah mengangkat pandangan dan berkata, “Ada apa?”“Tidak ada. Cuma kamu diam saja dari tadi, apa yang kau pikirkan?”“Apa Abang masih belum merelakan Sarah untuk bersama orang lain?”Fadhil tak langsung menjawab tapi menunduk memperhatikan piringnya lalu kembali berkutat dengan sendok dan isi piringnya. Lewat ekor mata masih terlihat Zubaidah menunggu jawaban yang diinginkan. Wanita memang rumit dan Fadhil bukan orang yang tanpa pengalaman. Meski dirinya kini milik Zubaidah seorang, kata cinta dan sayang selalu saja diharapkan untuk menjadikannya sebuah pengakuan cinta yang menurut mereka tak cukup hanya dibuktikan dengan perbuatan. Tak mau digombalin tetapi kata cinta yang terucap bagi mereka sangat penting. Begitupun Fadhil tetap pura-pur

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 180. Keluarga Tiga Orang

    Semilir udara pagi membuat tubuh Arjuna sedikit menggigil. Zubaidah melingkarkan ujung kerudung panjangnya untuk membalut tubuh Arjuna agar merasa lebih hangat.“Kenapa tak kau pakaikan jaket, tadi?”“Kupikir kaosnya sudah panjang jadi tak perlu.”“Udaranya lebih dingin belakangan ini.”Mereka berjalan menyusuri paving blok menuju area taman yang difungsikan sebagai pasar kuliner pagi. Para warga perumahan yang tak sempat memasak atau sedang malas, cukup datang saja ke area taman itu untuk memilih berbagai hidangan sarapan dari berbagai perkuehan tradisional roti dan juga aneka hidangan khas sarapan seperti bubur ayam, nasi uduk dan lain sebagainya.Zubaidah menggendong Arjuna yang dibalut ujung kerudung panjang hanya terlihat wajahnya saja , sementara kepalanya tertutup topi rajut. Mereka berjalan beriringan sambil terus melihat apakah ada makanan yang diinginkan.Setelah Zubaidah selesai memilih dan mengantri untuk membayarnya, Fadhil berdiri menunggu sambil mengedarkan pandangan

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 179. Tak Semua Terhapus

    Fadhil pulang ke rumah seperti biasa sore itu. Tak mampir kemanapun hanya rumah yang ada di dalam benak begitu berhasil menyelesaikan pekerjaan di kantor. Bayangan wajah kecil Arjuna telah menguasai hati.Kalau saja Fadhil tahu apa yang dilakukan dan dipikirkan Mona, mungkin lelaki itu tak sesantai sekarang. Melenggang masuk dan menghirup aroma manis dari dapur dengan membusungkan dada. “Sudah pulang, Bang?”“Iya. Mana Arjuna?”“Di bawa Bu SIti, katanya kangen.”Fadhil menatap istrinya sejenak lalu berlalu kembali ke ruang depan.“Mau kemana, Bang?”“Ambil Arjuna.”“Tak usah diambil nanti Bu Siti akan mengantarkannya.”Menghiraukan perkataan istrinya Fadhil berlalu keluar sambil menyambar kunci motor di atas meja TV. Zubaidah menatapnya sebentar dan tak berkomentar apa-apa lagi. Rumah Bu Siti hanya berjarak dua gang dari rumah Zubaidah. Saat ingin berbelanja di warung sayur, wanita itu akan melewati gang tempat tinggalnya bersama Zubaidah. Dulu, Bu Siti selalu menjemput Arjuna pagi

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 178. Suasana yang Berbeda

    Di dalam rumah besar bergaya Eropa itu, malam turun pelan seperti selimut yang terlalu tebal.Lampu-lampu taman sudah menyala satu per satu, tetapi tidak ada yang benar-benar membuat rumah itu terasa hangat. Mona duduk di tepi ranjang kamarnya, tanpa mengganti pakaian sejak pulang dari kafe. Tasnya masih tergeletak di kursi, tidak disentuh.Di kepalanya, suara Sarah terus berulang.“Aku wanita pertama yang dinikahinya, Mon.”Kalimat itu tidak keras. Justru terlalu pelan. Dan karena itu, ia tidak bisa diusir begitu saja.Mona menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Ia menatap ke jendela besar yang menghadap taman. Pohon-pohon bergerak pelan tertiup angin malam, seperti bayangan yang tidak pu

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 161. Bukan Level Yang Sama

    Sambil menyiapkan makan malam, Zubaidah terus berpikir bagaimana caranya memulai percakapan dengan suaminya kembali. Bagaimanapun masalah rumah tangga harus diselesaikan. Bagaimanapun caranya. Termasuk gantian merendahkan ego di hadapan suami.Pisau di tangannya bergerak pelan memotong wortel. Sese

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 159. Tak Lagi Demi Anak

    “Tak Semua orang berpikir picik sepertimu, kak.”Zubaidah memandang adiknya dengan sorot mata tajam dan semburat kesedihan yang membuat Laras tak tega terus memojokkannya.“Kak, meski kita tak selalu bertemu, bukan berarti aku tak tahu bagaimana sepak terjang mu selama ini. Jujur jadi adik dan seba

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 158. Selalu Membayangi

    Zubaidah mengambil cuti selama empat hari. Sayangnya baru sehari menjaga Arjuna, hari ini anak itu dibawa ke kantor lagi sama ayahnya. Karena bingung mau mengerjakan apa,. Zubaidah memilih datang ke rumah adiknya. Laras jarang pergi keluar di jam kerja. Waktu sibuknya justru sore hari saat anak-an

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 157. Terjebak Salah Paham

    Fadhil pulang setelah lewat jam sembilan malam. Banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan. Selama ngantor membawa anak jelas lelaki itu tak bisa kerja dengan maksimal.Rumah sudah sepi. Sepertinya istri dan anaknya sudah tertidur. Fadhil membawa serep kunci rumah hingga tak harus mengganggu or

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status