"Laki-laki atau perempuan?" tanya Selena lagi."Perempuan, Bu.""Kamu pernah bertemu?" Selena pikir, jika Afran pernah bertemu mungkin saja itu adalah Ara.Tapi, jika Afran tidak kenal entah siapa wanita yang datang itu."Gak, Bu.""Jangan hiraukan. Kamu adalah tanggung jawab aku dan Haris. Jadi, kalau bukan aku dan Haris yang meminta pergi, jangan kamu hiraukan."Afran mengangguk. "Baik, Bu."Selena memeriksa tempat obat, dan dia tersenyum. Karena ternyata Afran memang sangat detail. Obat-obat sudah dipisahkan sesuai waktunya, pagi, siang dan malam."Kamu telaten sekali," puji Selena."Karena aku takut kelupaan, Bu."Selena mengangguk, dia tahu kalau Haris tidak salah pilih. Afran benar-benar telaten.Disaat itu, Benny mendekat."Afran sangat teliti," ucap Pak Benny."Baguslah," jawab Selena."Dia sudah lebih dari dokter," kekeh Benny."Biar Papa sehat."Selena duduk di belakang meja makan, dan Pak Benny juga mengambil posisi yang sama.Mungkin, ini bisa dikatakan sebagai hal yang
Last Updated : 2026-03-23 Read more