“Anak saya banyak, Pak. Ada tiga, semuanya masih sekolah. Saya tidak bisa meninggalkan mereka.”Pak Abdi menghela napas berat. “Kalau mau, saya sangat mau. Tapi kalau saya tinggal, yang paling besar masih SMP, belum bisa apa-apa.”"Mereka belum bisa ditinggalkan, semuanya masih bergantung pada Bapak," kekehnya.Jawaban Pak Abdi memang masuk akal. Beliau tidak menolak pekerjaan itu, hanya saja kondisinya tidak memungkinkan.Beliau lebih memilih untuk membersamai anaknya, karena sekalipun hanya orang tua tunggal, dia ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.“Bagaimana kalau setiap hari Minggu saja Bapak datang merapikan taman dan tanaman di kedua rumah ini?” tanya Haris.Haris masih mencoba, dia tahu perjuangan Pak Abdi pasti sangat berat.“Boleh, Pak. Saya mau.” Pak Abdi menjawab dengan cepat, senyum sumringah langsung menghiasi wajahnya. Setidaknya, beliau memiliki pekerjaan dengan gaji tetap setiap minggu.“Syukurlah. Soalnya, saya memang tidak bisa merawat taman,” kekeh Ha
Last Updated : 2026-04-14 Read more