“Loh, kenapa Sayang?” tanya Selena terkejut melihat Haisa pulang sambil menangis.“Mama…”Bukannya diam, Haisa malah menangisnya semakin semakin kencang, membawatasa warna pink dia berjalan mendekati Selena dengan terseok-seok. Air matanya bercucuran, di belakangnya sopir bus yang mengantarkan mendekati Selena.“Bu, maaf. Ini Haisa menangis sejak tadi masih di kelas,” ujar Pak Bagas, sopir bus sekolah yang memang sudah kenal Selena.“Kenapa, Pak?”“Kata Bu gurunya tadi, ada temannya yang jahil. Tapi, sudah diselesaikan. Namun, Haisa masih terus menangis, karena pensil kesayangannya dipatahin temannya.”Selena mengangguk. “Baiklah, terima kasih ya Pak.”Pak Bagas berlalu, memang seperti itu peraturan dari sekolahnya Haisa. Sekolah harus menjelaskan masalahnya pada orang tua. Dan saat Selena melihat ponselnya pun sudah ada pesan yang dikirimkan oleh gurunya kronologis kejadian hari ini, bahkan juga ada video Haisa dan temannya itu saling maaf-maafan.“Yaudah, ayo masuk dulu. Nanti cerit
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-20 อ่านเพิ่มเติม