“Haisa, jangan!” teriak Pak Herman yang buru-buru turun dari mobilnya mengejar Haisa.Sedangkan Selena sudah gemetaran takut anaknya terjatuh.“Astaga, Haisa ada-ada saja,” ucap Haris.“Kan aku mau mandi, kakek,” jawab Haisa dengan tanpa rasa bersalah.Di saat itu juga Bintang sudah berhasil mengejar Haisa dan menahan sang adik jangan sampai turun ke sungai.“Haisa, jangan turun sembarangan, bahaya,” ujar Bintang."Kan hanya mandi," jawab Haisa."Mandi, tapi bahaya. Nanti tanya kakek dulu keadaannya. Dan gak boleh juga sembarangan terjun gitu. Harus ditemani orang dewasa.""Kan, aku bisa berenang.""Tetap gak boleh!" jawab Bintang."Ah gak seru!"Haisa merajuk.Sedangkan Selena langsung memeluk Haisa erat. "Sayang, sabar ya. Nanti kita tanya kakek dulu keadaan sungainya. Kalau aman kita bisa turun. Tapi, jangan sembarang turun ya."Haisa tidak menjawab, ia hanya masuk ke dalam rumah dengan badmood.Tapi, saat diajak naik ke lantai dua melihat ke sekeliling rumah, mata Haisa berbinar.
Última atualização : 2026-08-30 Ler mais