“Ada apa?” tanya Haris. Ia baru saja mematikan laptopnya dan masih memeluk Aksa.Selena tertawa dan menjauhkan ponsel. “Biasa, Haisa mau es krim.”“Ya sudah, nanti kita belikan saja. Tapi syaratnya, seminggu kemudian dia nggak boleh makan es krim,” jawab Haris.Selena menganggukkan kepalanya, lalu menyampaikan pada Haisa syarat yang diberikan oleh Haris dan tentu saja gadis kecil itu setuju. Tapi pesanan es krimnya begitu banyak dengan alasan untuk Bintang dan untuk Aksa.“Kok banyak sekali? Bukankah kamu sendiri harusnya cuma satu? Kenapa pesan enam?”“Iya, itu untuk Kak Bintang, untuk Aksa, untuk Papa, Mama, Bi Ratih, Bang Raga. Malah kurang. Itu harusnya ada juga untuk Tante Miska dan Om Michael.”“Iya, ya sudah. Matikan dulu, ya, panggilannya. Nanti Mama belikan. Kamu tunggu di rumah dan jangan lupa mandi, oke?” ucap Selena.Haris dan Selena keluar dari kantor, sedangkan Aksa karena sudah merasa terbiasa seharian berada di kantor, dia tidak mau lagi digendong. Ia berjalan sendiri
Last Updated : 2026-09-11 Read more