"Iya Tante, Tante sudah sehat?" balas Arlo ramah. "Ya alhamdulillah, duduk Ar!" Bu Hana mempersilahkan. Walaupun dia kesal, teta memperlakukan keponakannya dengan baik. "Terima kasih Tante, Jena mana? Apa Arlo boley melihat anak kami?" tanya priu itu hati-hati. "Di kamar, tunggu di sini saja, mungkin Jena tidak nyaman melihatmu di sini."Bu Hana kembali ke dalam, Najwa masih di kamar Jena dengu baby Zalfa. Sementara Jena sendiri setengah tiduran di ranjang dengan santai. Baru saja pulang langsung disuruh istirahat. "Kamu istirahat saja, tenangkan pikiran biar ASInya lancar.""Iya, alhamdulillah sudah mulai keluar.""Syukurlah, mengurus bayi tidak mudah, tapi kamu begitu sabar. Pasti bisa melakukannya dengan lembut. Bagaimana kalau pindah lagi ke rumah, biar mama bisa bantuin merawatnya," tawar Bu Najwa penuh harap. Bukan tanpa alasan, di sini memang ada Hana, tetapi dia sedang sakit, tentu saja tidak maksimal. Setelah masa cuti selesai, Jena juga harus kembali kuliah, Bu Najwa kh
Read more